Analisi Pola Tata Ruang Galeri Seni Berdasarkan Teori Sintaksis Spasial (Studi Kasus: Teh Villa Gallery, UYCC, Orasis Art Space)

Vallent Orlov Amanta Michi, Vijar Galax Putra Jagat

Sari


Tata letak ruang galeri memiliki dampak besar pada bagaimana pengunjung melihat karya seni dan galeri secara keseluruhan. Teori analisis spasial yang dikenal sebagai "Spatial Syntax," yang dikembangkan oleh Bill Hillier, menawarkan pendekatan sistematis untuk memahami hubungan spasial, pola sirkulasi, dan potensi interaksi sosial dalam sebuah bangunan. Studi ini bertujuan untuk menyelidiki pola tata ruang galeri seni, termasuk nilai integrasi, koneksi, dan kedalaman, menggunakan metode analisis konfigurasional dari teori Spatial Syntax. Investigasi dilakukan pada satu atau lebih galeri seni dengan karakteristik spasial yang representatif menggunakan pemetaan dan analisis spasial. Kesimpulan studi menunjukkan bahwa pengaturan ruang yang sangat terintegrasi umumnya mendorong pola pergerakan yang lebih organik dan pengalaman visual yang lebih komprehensif. Area yang kurang terintegrasi, di sisi lain, lebih terpencil dan mendorong introspeksi. Temuan-temuan ini memberikan kepercayaan pada gagasan bahwa, alih-alih berfungsi sebagai wadah pasif, pengaturan arsitektur galeri seni secara aktif mempengaruhi pola gerakan dan persepsi ruang pengunjung.

Kata Kunci


tata letak; sintaksis spasial; sirkulasi; pemetaan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


B Hillier. (2007). Space is the machine Bill Hillier : A Configurational Theory of Architecture. Space Syntax, Electronic Edition, London.

B Hillier, A Penn, J Hanson, T Grajewski, & J Xu. (1992). Natural movement: or, configuration and attraction in urban pedestrian movement. https://doi.org/https://doi.org/10.1068/b200029

Dai, Y., Ren, Y., Li, H., & Wang, M. (2025). Evaluating Art Exhibition Spaces Through Space Syntax and Multimodal Physiological Data. Buildings, 15(11), 1776. https://doi.org/10.3390/buildings15111776

Hillier, B., Burdett, R., Peponis, J., & Penn, A. (1987). Creating Life: Or, Does Architecture Determine Anything 7. In Arch. 8 Comport./Arch. Behav (Vol. 3, Issue 3).

Hillier B, & Hanson J. (1984). The Social Logic of Space. Cambridge: Cambridge University Press. https://doi.org/https://doi.org/10.1017/CBO9780511597237

Kali Tzortzi. (2007). The interaction between building layout and display layout in museums. https://doi.org/https://doi.org/10.1186/s44147-022-00153-w

Karimi, K. (2012). Karimi, K. A configurational approach to analytical urban design: ‘Space syntax’ methodology. .

Kustianingrum, D., Sonya, R., & Haerdy, M. (2023). SINTAKSIS POLA RUANG KAWASAN PERMUKIMAN INFORMAL SENTRA TAHU CIBUNTU BANDUNG. Jurnal Arsitektur, 5(2). https://doi.org/https://doi.org/10.33005/border.v5i2.718

Li, R., & Klippel, A. (2014). Wayfinding Behaviors in Complex Buildings: The Impact of Environmental Legibility and Familiarity. Environment and Behavior, 48(3), 482-510.

Medaković, J., Atanacković Jeličić, J., Ecet, D., Nedučin, D., & Krklješ, M. (2024). The Interplay between Spatial Layout and Visitor Paths in Modern Museum Architecture. Buildings, 14(7). https://doi.org/10.3390/buildings14072147

Peponis, J., Wineman, J., Rashid, M., Kim, S. H., & Bafna, S. (1997). On the Description of Shape and Spatial Configuration inside Buildings: Convex Partitions and Their Local Properties. Environment and Planning B: Planning and Design. https://doi.org/https://doi.org/doi:%2010.5505/itujfa.2020.03789

Space Syntax Japan. (2020). Analysing the Spatial Characteristics of 21st Century Museum of Contemporary Art, Kanazawa.

Universitas Seni Budaya. (2024, August 22). Membuat Karya Seni Instalasi yang Menarik Perhatian.

Yamu, C., van Nes, A., & Garau, C. (2021). Bill hillier’s legacy: Space syntax—a synopsis of basic concepts, measures, and empirical application. Sustainability (Switzerland), 13(6). https://doi.org/10.3390/su13063394

Youssef, K. A., & Youssef, A. M. A. (2022). Promoting spatial cognition in hospital buildings using space syntax analyses. Journal of Engineering and Applied Science, 69(1). https://doi.org/10.1186/s44147-022-00153-w




DOI: https://doi.org/10.31284/j.tekstur.2026.v7i1.7864

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.