ANALISIS KUALITAS AIR AKIBAT PENAMBANGAN BATUGAMPING DI DESA SIDOREJO KECAMATAN PONJONG, KABUPATEN GUNUNGKIDUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Avellyn Shinthya, Paula Yanuby

Abstract


Air merupakan sumberdaya utama yang terbarukan yang sifatnya dinamis karena sumber utamanya adalah air hujan. Taraf kehidupan di suatu tempat jika semakin tinggi, maka sejumlah kebutuhan air semakin meningkat. Penambangan batugamping menyebabkan berkurangnya akuifer batugamping, sehingga kuantitas air tanah juga akan berkurang. Penambangan batugamping secara tidak langsung juga mengakibatkan penurunan kualitas air tanah. Bagaimanapun juga nilai kehilangan kapasitas air tidak sebanding dengan keuntungan ekonomi yang didapatkan dari penambangan batugamping. Penelitian tentang analisis kualitas air akibat penambangan batugamping ini dilakukan di Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul. Penelitian tersebut dilakukan di 11 lokasi air sumur. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (i) mengevaluasi potensi air; (ii) mengklasifikasikan kualitas air tanah; (iii) mendeskripsikan dampak terhadap kualitas air akibat penambangan batugamping; (iv) mendeskripsikan upaya peningkatan kualitas air. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi air sumur yang diuji berdasarkan parameter fisika, kimia dan biologi untuk mengetahui kelayakan air yang digunakan masyarakat sekitar masih memenuhi batas ambang baku mutu yang telah dipersyaratkan dan memenuhi  standart yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan RI dan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Meskipun terbilang tercemar karena penambangan tersebut. Apabila dimanfaatkan sebagai air minum, maka tetap harus melalui pengolahan air atau dipanaskan sampai titik didih tertentu, karena mengandung bakteri yang mungkin berbahaya bagi manusia

Keywords


Penambangan Batu Gamping, Air Tanah, Karst, Lingkungan

Full Text:

PDF

References


Adji, T. N. (2006). Kondisi Darah Tangkapan Sungai Bawah Tanah Karst Gunungsewu dan Kemungkinan Dampak Lingkungannya terhadap Sumberdaya Air (Hidrologis) karena Aktivitas Manusia, Seminar UGK-BP DAS SOP, Fakultas Geografi UGM.

Aisyah Rifqiya Nur. (TT). Karakteristik Air Tanah di Wilayah Karst Gunungkidul. Departement Geografi Lingkungan Fakultas Geografi Universitas Gajah Mada, Yogyakarta

Anonim. (2009). Wisata Kawasan Karst Gunung Sewu. Diakses dalam Jogja.www.Jogjajelajah.com.

Barry F. Beck & J. Gayle Herring Editord. (2001) Geotechnical and Environmental Applications of Karst Geology and Hydrology, The GeoInstitute of the American Sociaty of Civil Engineers, and The Association of Ground Water Scientist and Engineers of the National Ground Water Association, A. A. Balkema, a number of Swets & Zeitlinger Publisher, Tokyo.

Brinkman, R. Garren, S. J. (2011). Karst and Sustainability. Karst Management. DOI : 10.1007/978-94-007-1207-2_16 dalam Budiyanto, E. 2013. Peran Penting Kawasan Karst, makalah, UGM.

Esteban, M. (1996). Karst System From Prospec to Reservoir Carbonate. International Ltd.

Haryono, E., M.P. Hadi, S.W. Suprojo dan Sunarto. 2000. Kajian Mintakat Epikarst Gunungkidul untuk Penyediaan Air Bersih, Laporan PHB VIll, LIT -UGM, Yogyakarta.

Suryatmojo, H. (2006) Strategi Pengelolaan Ekosistem Karst di Kabupaten Gunungkidul. Seminar Nasional Strategi Rehabilitasi Kawasan Konservasi di Daerah Padat Penduduk. Fakultas Kehutanan UGM.




DOI: https://doi.org/10.31284/p.semitan.2021.1981

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan