MENENTUKAN KUALITA AIR TANAH DENGAN MEMBANDINGKAN NILAI CHLORIDE BICARBONAT RATIO PADA DAERAH PESISIR PANTAI PENAMBANGAN PASIR BESI

Arrina Khanifa, Waterman SB, Tedy Agung Cahyadi, Nurkhamim Nurkhamim, Rika Ernawati

Abstract


Air tanah mempunyai tekanan piezometric yang tinggi dari permukaan air laut, sehingga desakan air laut untuk masuk kedalam air tanah dapat dinetralisir maka yang terjadi keseimbangan diantara air tanah dan air laut.  Hal tersebut yang tidak mengakibatkan intrusi air laut pada daerah pesisir pantai. Jika intrusi air laut sudah mendesak atau masuk kedalam sumur yang akan terjadi sumur tersebut tidak dapat lagi digunakan sebagai keperluan seharihari Air tanah pada kondisi alami mengalir menuju kelautan secara terus menerus. Berat jenis air tanah lebih rendah dibandingkan dengan berat jenis air laut sehingga air laut bisa mendesak atau masuk ke dalam air tanah Intrusi air laut ini akan berakibat terhadap permasalahan pemanfaatan air bawah tanah di daerah pesisir pantai karena bisa merubah kualitas air tanah pada daerah tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kualitas air tanah pada daerah penelitian. Metode yang digunakan yaitu menggunakan Chlorida bicarbonat ratio dengan mengambil contoh air pada sumur warga. Hasil yang didapatkan yaitu bahwasannya pada daerah penelitian terdeteksi adanya 3 sumur yang tercemar air laut, masing-masing didapatkan nilai 2,519 pada sampel 1 yang artinya pada daerah tersebut adanya pengaruh air laut sedikit, untuk sungai 1 didapatkan hasil dengan nilai 3,76 yang artinya di daerah tersebut adanya air laut sedang, dan untuk sampel 9 didapatkan hasil dengan nilai 11,88 yang artinya pada daerah tersebut terpengaruh air laut agak tinggi

Keywords


Intrusi Air Laut, Kualitas Air Tanah, Pertambangan

Full Text:

PDF

References


Antonellini, M., Mollema, P., Giambastiani, B., Bishop, K., Caruso, L., Minchio, A., ... & Gabbianelli, G. (2008). Salt water intrusion in the coastal aquifer of the southern Po Plain, Italy. Hydrogeology journal, 16(8), 1541.

Appelo, C. A. J., and Postma, D., (1996). Geochemistry, Groundwater and Pollution. A.A. Balkema, Rotterdam, 536.p.

Hamzah, M. S. (2011). Hidrologi Pantai Dan Kebutuhan Air Masyarakat Pesisir. Fisika" FUSI, 9(1), 68-76.

Hariyanto, B. (2015). Studi kimia airtanah dangkal untuk deteksi intrusi air laut di pesisir Kabupaten Rembang Propinsi Jawa Tengah tahun 2014 dan implementasinya untuk pembelajaran Geografi di SMA (Doctoral dissertation, UNS (Sebelas Maret University)).

Indahwati, N. (2012). Studi Salinitas Airtanah Dangkal Di Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang Tahun 2012.

Revelle, R. (1941). Criteria for recognition of the sea water in ground?waters. Eos, Transactions American Geophysical Union, 22(3), 593-597.

Seyhan, Ersin. 1990. Dasar-dasar Hidrologi. Yogyakarta. UGM Press.

Suhartono, E. (2013). Kondisi Intrusi Air Laut Terhadap Air Tanah Pada Akuifer di Kota Semarang.

Sefelnasr, A., & Sherif, M. (2014). Impacts of seawater rise on seawater intrusion in the Nile Delta aquifer, Egypt. Groundwater, 52(2), 264-276.

Werner, A. D., & Gallagher, M. R. (2006). Characterisation of sea-water intrusion in the Pioneer Valley, Australia using hydrochemistry and three-dimensional numerical modelling. Hydrogeology Journal, 14(8), 1452-1469.

Zhou, X. (2011). A method for estimating the fresh water–salt water interface with hydraulic heads in a coastal aquifer and its application. Geoscience Frontiers, 2(2), 199203.




DOI: https://doi.org/10.31284/p.semitan.2021.1978

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan