TATANAN TEKTONIK BERDASARKAN POLA GEOKIMIA STUDI KASUS PADA GUNUNG KROMONG, CIREBON, JAWA BARAT

Imam Fikri Hadiyanto, Huzaely Latief Sunan, Fikri Mahendra Malik, Dhofaeri Wildan, Elvina Oktaviani, Luh Ayu Gita P.

Abstract


Pulau Jawa berada pada zona subduksi lempeng Indo-Australia dengan Eurasia. Aktivitas subduksi tersebut menghasilkan jajaran gunungapi (Vulcanic Arc), baik gunungapi aktif maupun gunungapi yang tidak aktif (gunungapi purba). Keberadaan gunungapi purba dapat menjadi salah satu petunjuk akan tatanan geotektonik yang terjadi pada masa lalu. Objek penelitian adalah Gunungapi Purba Kromong yang secara administratif termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tatanan tektonik Gunungapi Purba Kromong berdasarkan pola geokimia batuan. Metode yang digunakan yaitu analisis petrografi untuk mengetahui komposisi batuan dan menentukan jenis litologi serta analisis geokimia batuan menggunakan metode XRF (X-Ray Flourescence) untuk menentukan tipe magma dan tatanan tektoniknya. Hasil analisis data geokimia batuan yang berdasarkan pada diagram ternary AFM (Alkali, Fe, dan Mg Oxides) menunjukan jenis magma Calc-Alcaline dan dari diagram geotektonik menunjukkan tatanan tektonik Island Arc. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tatanan tektonik Gunungapi Purba Kromong termasuk ke dalam Island Arc hasil dari subduksi lempeng samudra dengan samudra.

Keywords


Geokimia, Gunungapi Purba, Island Arc, Kromong

Full Text:

PDF

References


Bachri, S. 2014. Pengaruh Tektonik Regional Terhadap Pola Struktur dan Tektonik Pulau Jawa. Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral. 15(4), 215-221.

Djuri, 1975. Peta Geologi Lembar: Arjawinangun; 1309-1, 1409-2. Bandung: Direktorat Geologi.

Hilmi F dan Iyan H. 2008. Pola Struktur Regional Jawa Barat. Bulletin of Scientific Contribution. 6 (1), 57-66.

Irvine, T.N., and Baragar W.R.A., 1971. A Guide to the chemical classification of the common volcanic rocks. Canadian Journal of Earth Sciences. 8,523-548

Haryanto I. 2006. Struktur Geologi Paleogen dan Neogen di Jawa Barat. Bulletin of Scientific Contribution. 4 (1), 88-95.

Le Bas, M. J., Le Maitre, Streckeisen, A. L., dan Zanettin, B., 1986, A Classification of Volcanic Rock Based on The Total AlkaliSilica Diagram, J. Petrol, 27, hal. 745-750. Le Bas, M. J. dan Sreckeisen, A. L., 1991, The IUGS Systematics of IgneousRocks, Journal of Geosociety. 148, 825-833. Mullen, E. D. 1983. MnO/TiO2/P2O5: a minor element discriminant for basaltic rocks of oceanic environments and its implications for petrogenesis. Earth Planet. Sci. Lett. 62, 53-62.

Streckeisen, A., 1976. To Each Plutonic Rock Its Proper Name. Earth Sci. Rev. 12. 1-33.

Van Bemmelen, R.W. 1949. The Geology of Indonesia Vol. 1A General Geology of Indonesia and Adjacent Archipelagoes, Netherland: Martinus Nyhoff The Haque.

Wilson, M., 1989, Igneous Petrogenesis: A Global Tectonic Approach, Netherlands: Springer. 153190.




DOI: https://doi.org/10.31284/p.semitan.2021.1975

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan