RANCANGAN LANSKAP PASCATAMBANG BATUBARA SEBAGAI KAWASAN GREEN BELT BERBASIS AGROFORESTRI BERDASAR LITERATUR REVIEW

Erwedi Erwedi, Waterman SB, Tedy Agung Cahyadi, Nurkhamim Nurkhamim

Abstract


Pascatambang merupakan kegiatan untuk memulihkan fungsi lingkungan alam dan fungsi sosial menurut kondisi lokal di seluruh wilayah pertambangan. Perencanaan lanskap pascatambang sangat diperlukan guna memperbaiki lahan yang kritis menjadi produktif, memperbaiki dan memulihkan komposisi jenis dan struktur komunitas ekosistem. Program pengembangan kegiatan pertanian pada lahan pascatambang dengan sistem agroforestri menjadi salah satu prinsip restorasi ekologi dengan memberikan manfaat untuk pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan berupa ekonomi, sosial dan lingkungan. Setelah kawasan agrorestri terbentuk, dilakukan analisis potensi pengembangan sebagai kawasan sabuk hijau (green belt). Kawasan green belt nantinya akan berperan sebagai daerah kawasan penyangga fungsi hidrologi dan hidrogeologi yang merupakan bagian dari program reklamasi untuk mencegah erosi pada lereng, menjaga stabilitas tanah dan sebagai kawasan yang memisahkan kawasan danau pascatambang dengan aktivitas agroforestri.

Keywords


Landskap Pascatambang, Agroforestri, Green Belt

Full Text:

PDF

References


Albasri, A., Paembonan, S.A., Millang, S. and Ma'ruf, A., (2015). Desain Agroforestri pada Lahan Kritis Di Desa Kayu Loe Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng. Jurnal Ecogreen, 1(1), pp.79-88.

Bargawa, W.S., (2017). Reklamasi dan Pascatambang. Edisi Ketiga. UPN Veteran Yogyakarta.

Cahyani, S.N., (2014). Perencanaan Lanskap Pasca Tambang Nikel PT Inco Sebagai Kawasan Ekowisata Di Sorowako Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan. Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian IPB. Bogor.

Cavender, N, S. Byrd, C.L. Bechtoldt and J.M. Bauman. (2014). Vegetation Communities of a Coal Reclamation Site in Southeastern Ohio. Northeastern Naturalist 21(1):31–46.

Dipyosaputro, S., Suharko, dan D. Darmanto. (2009). Pemanfaatan Lahan Miring Kaitannya dengan Degradasi LAhan Akibat Erosi di DAS Secang Kabupaten Kulon Progo. Yogyakarta : PSLH UGM.

Fakhrian, R., Hindersah, H. and Burhanudin, H., (2019). Arahan Pengembangan Sabuk Hijau (Green Belt) di Kawasan Industri Kariangau (KIK) Kota Balikpapan.

Hairiah, dkk. (2003). Bahan Ajaran Agroforestri: Pengantar Agroforestri. Bogor (ID): World Agroforestry Centre (ICRAF).

Irawan. U.S., Harum, Purwanto, Gumelar, Gunawan. (2012). Apa Itu Agroforestry?. Pnpm Mandiri. Jakarta. 24pp.

Manan, R.H., (2018). Kajian Konsep Perancangan Lanskap Green Belt Waduk Batujai Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (Concept Studies of Landscape Design of Green Belt Batujai Reservoir, Central Lombok Regency, West Nusa Tenggara). In Seminar Nasional Kota Berkelanjutan (Vol. 1, No. 1, pp. 160-173).

McDonald, T., Gann, G., Jonson, J., & Dixon, K. (2016). International standards for the practice of ecological restoration – Including principles and key concepts. (First Edition). Washington, DC: Society for Ecological Restoration.

Muharram, A., (2019). Perencanaan Lanskap Pascatambang sebagai Kawasan Agrowisata berbasis Agroforestri Tambang Kintap PT Arutmin Indonesia, Kalimantan Selatan.

Nurisjah, S. (2004). Penuntun Analisis dan Perencanaan Tapak. Program Studi Arsitektur Lanskap. Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian IPB. Bogor.

Pendall, R.; Martin, J.; Fulton, W. (2002). Holding the line: urban containment in the United States. Discussion Paper. Center on Urban and Metropolitan Policy. Washington, DC: The Brookings Institution. 45 p.

Rahayu, N.L.D.; Sudarmadji dan Lies Rahayu Wijayanti Faida. (2016). Pengaruh vegetasi kawasan sabuk hijau (Green Belt) waduk Sermo Kulonprogo terhadap kenampakan hasil proses erosi dan pemanfaatan lahan oleh masyarakat. Doctoral dissertation, Universitas Gadjah Mada.

Simonds, JO. dan BW. Starke. (2006). Landscape Architecture fourth edition: A manual of Environment Planning and Design. New York: McGraw-Bukit Companies, Inc.

Susilo, A., (2016). Uji coba penanaman lima jenis dipterokarpa pada lahan bekas tambang di PT. Kitadin, Kalimantan Timur. In Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning (Vol. 13, No. 1, pp. 672-676).

Widianto, Kurniatun Hairiah, Didik Suharjito dan Mustofa Agung Sardjono., (2003). Fungsi dan Peran Agroforestri. Bahan Ajar 3 Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Widjajani, B. W. (2010). Tipologi Tanaman Penahan Erosi Studi Kasus di Hutan Jati. Agrovogor III(1) : 56-64

Ziliwu, Y. (2002). Pengaruh Beberapa Macam Tanaman Terhadap Aliran Permukaan dan Erosi. Tesis. Universitas Diponegoro.




DOI: https://doi.org/10.31284/p.semitan.2021.1972

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan