PENGARUH SESAR PEGERSARI TERHADAP KEMUNCULAN INTRUSI MIKROGRANODIORIT DAERAH TULUNGAGUNG

Huzaely Latief Sunan, Septyo Uji Pratomo, Idham Khaliq Yudhistira, Brigita Nadya Eman

Abstract


Struktur sesar umumnya membentuk retakan pada batuan sehingga bidang rekahan tersebut dapat menjadi bidang lemah bagi magma menuju ke permukaan dalam aktivitas magmatisme maupun vulkanisme. Lokasi penelitian yang terletak di Daerah Secang, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur memiliki persebaran jalur sesar mendatar turun yang terdapat intrusi mikrogranodiorit di salah satu segmennya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh struktur geologi di lokasi penelitian terhadap keberadaan intrusi mikrogranodiorit. Penelitian ini menggunakan metode pemetaan geologi detail, analisis struktur geologi dan analisis petrografi. Stratigrafi lokasi penelitian dibagi menjadi enam satuan dari tua ke muda, yaitu Satuan Lava Andesit, Satuan Breksi Andesit, Satuan Intrusi Mikrogranodiorit, Satuan Breksi Polimik, Satuan Batugamping Terumbu, dan Satuan Aluvial. Hasil analisis data kekar di lapangan menunjukan sesar pagersari yang berarah barat daya - timur laut memiliki pergerakan mendatar mengiri (left strike-slip). Sesar pagersari membentuk struktur sesar penyerta berupa sesar pojok 1 dan sesar pojok 2 yang memotong satuan lava andesit dan breksi andesit. Hubungan potongmemotong dari hasil pemetaan dan analisis sesar menunjukkan sesar di lokasi penelitian terbentuk lebih dahulu dan intrusi mikrogranodiorit terbentuk kemudian. Kesimpulan dari urutan kejadian di lokasi penelitian bahwa sesar pagersari mempengaruhi pembentukan rekahan pada batuan sehingga menjadi jalur naiknya magma membentuk intrusi mikrogranodiorit.

Keywords


Intrusi, Mikrogranodiorit, Sesar Pagersari, Tulungagung

Full Text:

PDF

References


Ali, Rinal Khaidar, Winarno, T., & Jamalulail, M.A. (2020). Karakteristik Alterasi dan Mineralisasi Tipe Epitermal Daerah Gunung Budheg dan Sekitarnya, Tulungagung, Jawa Timur. Eksplorium, 41(1), 1–14.

Haryanto, I. (2013). Struktur Sesar di Pulau Jawa Bagian Barat Berdasarkan Hasil Interpretasi Geologi. Bandung: Bulletin of Scientific Contribution, 11, pp.1-10.

Husein, Salahuddin dkk. (2016). Panduan Ekskursi Geologi Regional 2016 Jawa Timur Bagian Barat, Indonesia. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Moody, J.D. & Hill, M.J. (1956). Wrench Fault Tectonics. Bulletin of the Geological Society of America.

Pulunggono, A. & Martodjojo, S. (1994). Perubahan tektonik Paleogen-Neogen merupakan peristiwa tektonik terpenting di Jawa. Proc. Geologi dan Geoteknik Pulau Jawa, Yogyakarta, h, pp.37-49.

Samodera, H., Suharsono, Gafoer, S., & Suwarti, T. (1992). Peta Geologi Lembar Tulungagung Skala 1:100.000. Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.

Samodra, Hanang. (1988). Pengantar dasar ilmu Gunung Api. Nova: Bandung.

Soeria-Atmadja, R., Maury, R.C., Bellon, H., Pringgoprawiro, H., Polve, M. & Priadi, B. (1994). Tertiary magmatic belts in Java. Journal of southeast asian earth sciences, 9(1-2), pp.13-27.

van Bemmelen, R.W. (1949). The Geology of Indonesia, Vol. 1A. Belanda: The Hague.

Widodo, W., Prapto, A.S. & Nursahan, I. (2002). Laporan Inventarisasi Dan Evaluasi Mineral Logam Di Pegunungan Selatan Jawa Timur (Kabupaten Pacitan, dll), Jawa Timur. Bandung: Sub.Dit. Mineral Logam, Badan Geologi.




DOI: https://doi.org/10.31284/p.semitan.2021.1966

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan