Tiny House Village sebagai Solusi Minimnya Lahan di Surabaya dan sebagai Solusi Pola Hidup Sederhana

Inggrit Eka Pratiwi, Esty Poedjioetami

Abstract


Abstract. Surabaya is the second largest metropolis city in Indonesia. This makes Surabaya has a lot of jobs, causing many people from out of town to move and settle in Surabaya. The number of residents who move and settle in Surabaya is not proportional to the amount of land available as a place to live. The Micro House is designed using a modern tropical concept to suit the climatic conditions in Surabaya. using descriptive research methods by conducting observations and comparative studies both in the field and literature with a comparative study in the field of akanoma studio, bandung and royal caravan trawas. Besides a comparative study of literature using the slow town tiny house, South Korea and the UN & Yale University tiny house in New York. From the observations, data on land arrangements, shapes and spaces can be used as a reference for designing Tiny House Village. Site analysis can be determined macro concepts tropical architecture and the micro concept of land structure; “dynamic”, shape: “natural” and space: “effective”. This house is thought to be a solution to the lack of land and the increasing need for housing and can be used for people who want a simple lifestyle, with a smaller size but have complete facilities like a house in general.

Keywords: Concept, Lamd, Tiny And Small House, Surabaya, Tropical

 

Abstrak. Surabaya merupakan kota metropolis terbesar kedua di Indonesia.hal ini menjadikan Surabaya memiliki banyak lapangan pekerjaan sehingga menyebabkan banyak orang dari luar kota pindah dan menetap di Surabaya banyaknya penduduk yang pindah dan menetap di Surabaya tidak sebanding dengan jumlah lahan yang tersedia sebagai tempat tinggal. Rumah Mikro ini dirancang menggunakan konsep modern tropis agar sesuai dengan kondisi iklim yang ada di Surabaya. menggunakan metode penelitian dekriptif dengan melakukan observasi dan studi banding baik secara lapngan maupun literaturr dengan studi banding lapngan di studio akanoma bandung dan royal caravan trawas. Juga studi banding literature menggunakan slow town tiny house, korea selatan dan un & yale university tiny house di new york. Dari hasil observasi didapatkan data mengenai tatanan lahan, bentuk dan ruang yang dapat diguanakan sebagai acuan untuk mendesain Tiny House Village, dengan analisis program ruang dan analisis tapak dapat ditentukan konsep makro yaitu arsitektur tropis dan konsep mikro tatanan lahan: “dinamis”, bentuk: “natural” dan ruang: “efektif” yang digunakan dalam merancang. Tiny house ini dirasa mampu menjadi solusi kurangnya lahan dan semakin menigkatnya kebutuhan akan rumah tinggal dan dapat digunakan untuk orang-orang yang menginginkan pola hidup sederhana.dengan ukuran yang ebih kecil namun memiliki fasilitas yang lengkap layaknya rumah pada umumnya.

Kata Kunci: Konsep, Lahan, Rumah Mikro, Surabaya, Tropis.


Keywords


Konsep, Lahan, Rumah Mikro, Surabaya, Tropis.

Full Text:

PDF PDF

References


Congress Internationaux D’Architecture Modern (CIDM). 1928.

Handayani, Sri. 2009. Arsitektur dan Lingkungan. Bandung: Penerbit Universitas Pendidikan Indonesia.

Nazir. 2011. Contoh Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia Website

“Apa Itu Arsitektur Tropis”. Diakses dari: https://www.dekoruma.com/artikel/71645/apa-itu-arsitektur-tropis


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.