Hygiene Mental pada Konsep Perencanaan Klinik dan Fasilitas Edukasi untuk Ibu dan Anak di Surabaya

Merin Eka Shabrina, Failasuf Herman

Abstract


Abstract. Planning and designing clinics and educational facilities for mothers and children are objects that aim as a means of health and education services for the care of pregnant women to childbirth and children in their growth based on restoring the conditions experienced. It is very possible to influence the mental condition of pregnant women and childbirth. Mental condition of children can also be disrupted if the parenting provided by parents is less able to encourage or support aspects of growing so as to cause the child to experience growth retardation and will affect when children go into adolescence to adulthood.

To create a healthy environment both psychologically and physically, the selection of architectural themes with environmental insight is able to help create an environment that not only configurated the relationship with the surrounding environment but also setting the environment within the site which creates a healthy environment for observers, users of all residents but in specifically for patients namely mother and child. This design also uses a mental hygiene based approach to the context of the environment (healing environtment) as a means of healing and recovery.

Keywords: Mother and Child Clinic, Educational Facilities, Mental Hygiene

 

Abstrak.Perencanaan dan perancangan klinik dan fasilitas edukasi untuk ibu dan anak merupakan objek yang bertujuan sebagai sarana pelayanan kesehatan dan edukasi untuk ibu hamil hingga melahirkan dan anak dalam masa perkembangannya yang berbasis memulihkan kondisi yang dialami. Hal ini dapat mempengaruhi kondisi mental dari ibu hamil dan pasca melahirkan. Kondisi mental anak juga bisa terganggu jika pola asuh yang di berikan oleh orang tua kurang mampu mendorong atau mendukung aspek perkembangan sehingga menyebabkan anak mengalami keterlambatan pertumbuhan dan akan berpengaruh ketika anak beranjak remaja hingga dewasa.

Untuk mewujudkan lingkungan yang sehat baik secara psikis dan fisik pemilihan tema arsitektur berwawasan lingkungan diharapkan mampu membantu menciptakan lingkungan yang tidak hanya mengatur adanya keterkaitan bangunan dengan lingkungan sekitar namun juga mengatur lingkungan dalam tapak guna menciptakan lingkungan dengan suasana yang sehat baik bagi pengamat, pengguna dan semua penghuni, khususnya untuk pasien yaitu ibu dan anak. Perancangan ini juga menggunakan pendekatan berbasis higiene mental dengan konteks lingkungan (healing environtment) sebagai sarana penyembuhan dan pemulihan.

Kata Kunci: Klinik Ibu dan Anak, Fasilitas Edukasi, Higiene Mental


Keywords


Klinik Ibu dan Anak, Fasilitas Edukasi, Higiene Mental

Full Text:

PDF

References


“Hygiene Mental”. Diakses dari: https://kbbi.web.id/higiene

“Prinsip Pembangunan Berwawasan Lingkungan”. Diakses dari: http://eprints.umm.ac.id

Mentreri Kesehatan Republik Indonesia. 2014. “Peraturan Menteri Kesehatan No. 9 Tahun 2014 tentang Klinik”. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 No. 232. Jakarta: Menkumham. Diakses dari: https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/117304/permenkes-no-9-tahun-2014


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.