Konsep Adaptive & Modular Dalam Penataan Ruang Kelas Arsitektur Kampus Itats Dengan Pendekatan Arsitektur Fungsional

Vivi Anugrah Putri Anugrah Putri Putri, Randy Pratama Salisnanda, Esty Poedjioetami

Sari


. Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) merupakan perguruan tinggi di Surabaya yang mengalami perkembangan pesat, namun menghadapi tantangan dalam tatanan lahan yang tidak tertata dengan baik, penempatan bangunan yang kurang tepat , kurangnya sebaran kantin, serta letak parkiran yang belum efisien. Salah satu permasalahan utama adalah konfigurasi ruang kelas yang seragam sehingga tidak mampu mengakomodasi variasi jumlah mahasiswa, yang berdampak pada rendahnya tingkat pemanfaatan ruang.
Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi redesain ruang kelas dengan pendekatan arsitektur fungsional yang diintegrasikan dengan konsep adaptive dan modular. Metode yang digunakan meliputi analisis tapak, studi preseden, observasi lapangan, serta pemrograman ruang untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna dan permasalahan eksisting.
Metode perancangan dilakukan melalui studi tapak, analisis preseden, observasi langsung, serta pemrograman ruang. Pendekatan arsitektur fungsional dipilih untuk menata ulang kampus secara modular dengan konsep open connectivity, sehingga ruang-ruang dapat beradaptasi terhadap kebutuhan pengguna yang dinamis.Tujuan dari redesain ini adalah menciptakan lingkungan kampus yang efisien, inklusif, dan mendukung aktivitas akademik serta sosial secara optimal, sekaligus memberikan kenyamanan, keamanan, dan keberlanjutan bagi seluruh civitas akademika. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan strategi perancangan ruang kelas yang fleksibel dan adaptif di lingkungan pendidikan tinggi, khususnya dalam mengatasi ketidaksesuaian antara kapasitas ruang dan jumlah pengguna, serta meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan penggunaan ruang dalam jangka panjang.

Kata Kunci


Arsitektur, Arsitektur Fungsional, Desain Modular, Efisiensi , Integrasi, Redesain Kampus.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Gerber, D. J. (2012). Parametric and modular design in architecture. International Journal of Architectural Computing, 10(2), 203–221. https://doi.org/10.1260/1478-0771.10.2.203

Jamieson, P., Fisher, K., Gilding, T., Taylor, P. G., & Trevitt, A. C. (2020). Place and space in the design of new learning environments. Journal of Learning Spaces, 9(1), 1–15.

Kementerian Pendidikan, Riset, dan Teknologi. (2024). Kriteria pemenuhan sarana dan prasarana perguruan tinggi swasta. https://lldikti6.kemdikbud.go.id/wp-content/uploads/2024/06/Kriteria-Pemenuhan-Sarana-dan-Prasarana-Perguruan-Tinggi-Swasta.pdf

Kendall, S., & Teicher, J. (2000). Residential open building. London: E & FN Spon.

Lawson, B. (2001). The language of space. Oxford: Architectural Press.

Martinus, J. (2010). Arsitektur modern: Teori dan aplikasi. Jakarta: Grasindo.

Oblinger, D. G. (2019). Learning spaces revisited: New trends in higher education. EDUCAUSE.https://www.educause.edu/research-and-publications/books/learning-spaces

Schneider, T., & Till, J. (2007). Flexible housing. Oxford: Architectural Press.

Sullivan, L. H. (1896). The tall office building artistically considered. Lippincott’s Magazine, 57(3), 403–409.

Temple, P. (2018). The physical university: Contours of space and place in higher education. Routledge.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. (2012). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya. (2024, Oktober 9). Visi, misi, dan tujuan. Situs resmi ITATS. https://itats.ac.id/




DOI: https://doi.org/10.31284/j.tekstur.2026.v7i1.8313

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.