Efektivitas Light Art dalam Revitalisasi Ruang Publik: Evaluasi Kritis Sungai Kalimas Surabaya Berdasarkann Prinsip Marco Bevolo

Stevina Octavia Kristanto, Margareth Sunjoto

Sari


Sungai Kalimas merupakan salah satu ikon sejarah Kota Surabaya yang dahulu berfungsi sebagai jalur transportasi dan pusat aktivitas perdagangan. Seiring berkembangnya zaman, kurangnya perhatian pemerintah dan masyarakat setempat membuat kawasan Sungai Kalimas mengalami penurunan fungsi dan citra yang kemudian mendorong pemerintah Surabaya untuk melakukan upaya revitalisasi dengan memanfaatkan potensi wisata berbasis ruang publik. Salah satu strategi yang digunakan adalah instalasi Light art di sepanjang rute Wisata Perahu Kalimas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Light art sebagai upaya revitalisasi Sungai Kalimas untuk mengembalikan peran dan fungsi Sungai Kalimas sebagai ruang publik yang hidup serta mengkaji kesesuaian instalasi tersebut dengan karakteristik Light art menurut konsep Marcolo Bevolo. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis berdasarkan observasi lapangan, studi literatur, dan data sekunder dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instalasi Light art berhasil menumbuhkan citra positif terhadap kawasan Sungai Kalimas dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan kunjungan wisatawan dan aktivitas UMKM. Namun, secara konseptual, instalasi ini belum sepenuhnya memenuhi kriteria Light art murni karena kurang menggambarkan narasi sejarah, karakteristik lokal, dan keterlibatan komunitas. Instalasi ini lebih berfungsi sebagai elemen dekoratif dibandingkan media ekspresi budaya. Oleh karena itu, perancangan Light art ke depan diharapkan lebih interaktif, naratif, dan kontekstual sebagai strategi place branding yang kuat untuk ruang publik kota.

Kata Kunci


Light art; Marco Bevolo; Revitalisasi; Ruang Publik; Sungai Kalimas

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Bevolo, M. (n.d.). The future of Light art in cities: breathing life (back) into public spaces.

Bevolo, M. (2024). The future of Light art in cities: breathing life back into public spaces. Cities & Lighting, 11, 36–45.

Cudzik, J., Nessel, M., & Moczarski, V. (2025). Co‐Creation in Automated Public Space Lighting Design: Enhancing Safety and Reducing Light Pollution. Urban Planning, 10.

de Osso Fuentes, M. J. F., Keegan, B. J., Jones, M. V, & MacIntyre, T. (2023). Digital placemaking, health & wellbeing and nature-based solutions: A systematic review and practice model. Urban Forestry & Urban Greening, 79, 127796.

Erel, Y., Kyriakidou, F., & Avendano, R. E. M. (2024). Urban Illuminations–Light art Activating The Public Realm. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1320(1), 012012.

Kharismawan, R., & Ngestitomo, A. N. (2020). WATERFRONT DEVELOPMENT STRATEGY OF THE OLD KALIMAS PORT BASED ON THE ZONING OF TANJUNG PERAK PORT. Journal of Architecture&ENVIRONMENT, 19(1), 37–52.

LUCI Light & Art Commission. (2016). Light and Art in public spaces.

Maniee, S., Zomorodian, Z. S., & Tahsildoost, M. (2025). Assessing Lighting Design in Urban Open Spaces: A Virtual Reality Experiment. Building and Environment, 113362.

Masullo, M., Cioffi, F., Li, J., Maffei, L., Ciampi, G., Sibilio, S., & Scorpio, M. (2023). Urban park lighting quality perception: an immersive virtual reality experiment. Sustainability, 15(3), 2069.

Nugroho, T. (2023). Pengembangan Wisata Susur Sungai Kalimas Surabaya Sebagai Wisata Sejarah. Edu Sociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 6(2), 1483–1488.

Sunjoto, M. (2022). Exploring the Meaning of Interactivity in Urban Lighting. International Conference on Sustainability in Creative Industries, 215–225.




DOI: https://doi.org/10.31284/j.tekstur.2026.v7i1.8238

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.