Sari
Perencanaan dan Perancangan Pusat Pagelaran Seni Budaya Trenggalek dilatar belakangi dengan tuntutan permasalahan kurang tempat pagelaran seni yang ada di Trenggalek. Hal ini ditandai dengan kurangnya tempat untuk mewadahi kegiatan seni masyarakat Trenggalek yang rutin diadakan setiap tahunnya, disisi lain antusiasme masyarakat Trenggalek terhadap seniman musik, tari ,jaranan kota cukup tinggi. Dengan hal ini diharapkan rancangan gedung ini mampu mengatasi permasalah tersebut. Trenggalek adalah salah satu kabupaten di Jawa Timur yang terdapat banyak kesenian, beberapa kesenian memiliki peminat yang tinggi yaitu Jaranan, Karawitan, dan Wayang. Dalam upaya pelestarian budaya oleh pemerintah setempat setiap tahunya pada setiap bulan dan hari jadi kota Trenggalek pada bulan Agustus selalu diadakan festival kesenian dan selalu menarik minat ribuan orang pengunjung. Dengan belum adanya fasilitas kesenian para seniman tersebut hanya masih mengandalkan festival dan undangan acara untuk dapat mementaskan kesenian. Metode perancangan gedung pertunjukan seni diawali dengan melakukan studi literatur dengan mengumpulkan data-data yang berhubungan dengan perencanaan dan perancangan gedung pertunjukan, serta observasi dan wawancara. Gedung pertunjukan seni bertujuan untuk mengedukasi masyarakat terhadap kesenian serta mewadahi kegiatan edukasi baik pelatihan dan pertunjukan kesenian khususnya di kota Trenggalek. Gedung pusat seni dan pagelaran budaya ini menerapkan Arsitektur Neo Vernakular adalah jenis desain bangunan yang mempertimbangkan aturan dan tradisi setempat, serta bagaimana bangunan sesuai dengan lingkungan alam dan lingkungan sekitar.
Kata Kunci
Arsitektur Neo-Vernakular; Arsitektur Tradisional Jawa; Eksposifioris Joglo; Pusat Pagelaran Seni Budaya; Trenggalek
Referensi
Amalia, N. A., & Agustin, D. (2022). Peranan Pusat Seni dan Budaya sebagai Bentuk Upaya Pelestarian Budaya Lokal. Sinektika: Jurnal Arsitektur, 19(1), 34–40. https://doi.org/10.23917/sinektika.v19i1.13707
Ayudhawara. (2016). Desain Arsitektur Gedung Seni Pertunjukan Yogyakarta Dengan Pendekatan Fleksibiltas Ruang Dan Arsitektur Etnik Kontemporer.
Frick, H. (1997). Pola Struktur dan Teknik Bangunan di Indonesia, Suatu Pendekatan Arsitektur Indonesia Melalui Pattern Language Secara Konstruktif dengan Contoh Arsitektur Jawa Tengah. Yogjakarta: KANISIUS.
Haykal, F. (2025). Gedung Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara Dengan Penekanan Arsitektur Neo-vernakular. 3(1), 1–10.
Prijotomo, Y. (2006). Konstruksi Arsitektur Jawa. Surabaya: Wastu Lanas Grafika.
Purbo, F. G., Elviana, E., & Maharani, R. T. (2024). Analisis Penerapan Arsitektur Neo-Vernakular Pada Resort Djati Lounge & Djoglo Bungalow. DEARSIP : Journal of Architecture and Civil, 4(02), 1–11. https://doi.org/10.52166/dearsip.v4i02.6454