Tema Arsitektur Hijau Pada Perancangan Biophilic Pet Center di Surabaya

Isnani Latifa Maghfiroh, Failasuf Herman Hendra, Siti Azizah

Sari


Surabaya sebagai kota metropolitan terus berkembang, seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap hewan peliharaan. Kondisi ini menimbulkan kebutuhan akan fasilitas terpadu bagi hewan peliharaan yang tidak hanya menyediakan layanan dasar, tetapi juga memperhatikan aspek kenyamanan dan keberlanjutan. Saat ini, belum tersedia pusat layanan hewan terpadu yang menggabungkan berbagai fungsi dalam satu kawasan dengan pendekatan biophilic. Perancangan ini didasarkan pada hasil identifikasi, studi banding, analisis, dan sintesis yang menghasilkan konsep dasar rancangan. Dengan dukungan teori Biophilic Design dan prinsip Green Architecture, diperoleh konsep makro connecting with nature. Konsep tersebut kemudian diturunkan menjadi konsep mikro, yaitu tatanan lahan interaktif dan adaptif, bentuk bangunan natural-organik, serta ruang yang menyatu dengan alam. Penerapan prinsip arsitektur hijau diwujudkan melalui optimalisasi pencahayaan dan penghawaan alami, penggunaan material ramah lingkungan, serta pengelolaan air dan vegetasi untuk menciptakan keseimbangan ekologis. Transformasi konsep tersebut menghasilkan bangunan dengan bentuk organik yang responsif terhadap iklim, efisien energi, dan mampu membangun hubungan harmonis antara manusia, hewan, dan alam. Perancangan ini diharapkan menjadi solusi bagi penyediaan fasilitas hewan peliharaan yang terpadu, ramah lingkungan, dan berkelanjutan di tengah perkembangan kota metropolitan.

Kata Kunci


Arsitektur Hijau, Biofilik; Desain Organik; Pusat Hewan Peliharaan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Alvina, F. R., & Marpaung, B. O. Y. (2022). Kajian Penerapan Arsitektur Biofilik dalam Perancangan Bangunan Pusat Industri Kreatif. 122. https://doi.org/10.32734/ee.v5i1.1452

Aminah, S. (2015). Konflik dan Konstestasi Penataan Ruang Kota Surabaya. Jurnal Sosiologi, 20(1). https://doi.org/10.7454/MJS.v20i1.1092

Izzabillah, S. A., & Mufidah. (2024). Implementasi Desain Biofilik Terhadap Interior Fasilitas Pelayanan Hewan Peliharaan Kucing dan Anjing di Surabaya.

Kellert, S. R., & Calabrese, E. F. (n.d.). The PracTice of BioPhilic Design. www.biophilic-design.com

Mauludi, A. F., Anisa, & Satwikasari, A. F. (2020). Kajian Prinsip Arsitektur Hijau Pada Bangunan Perkantoran (Studi Kasus United Tractor Head Office dan Menara BCA). In SINEKTIKA Jurnal Arsitektur (Vol. 17, Issue 2). http://journals.ums.ac.id/index.php/sinektika

Putri, A., & Subekti, B. (2021). Pendekatan Arsitektur Biofilik pada Rancangan Parahyangan Avenue Mall.

Ramayani, S., Ramawangsa, P. A., Nur, M., & Nugroho, D. (2023). Perancangan Pet Center di Kota Bengkulu (Vol. 17).

Shara, S., Wulandari, E., & Djamaluddin, M. (2022). Elemen-Elemen Arsitektur Nusantara pada Masjid Tuha Ulee Kareng.

Sinaga, I. A. (n.d.). Pet Centre di Pontianak.

Sumartono. (2015). Prinsip-Prinsip Desain Biofilik. Productum, 1, 15–18.

Widianto, Y., Widyajanti, W. W., & Hendra, F. H. (2022). Penerapan Green Arsitektur Pada Redesain Pabrik Gula Di Tjoekir Jombang.

Wijayanti, R. M. (2015). Solo Pet Centre Sebagai Sarana Edukasi dan Rekreasi Keluarga.




DOI: https://doi.org/10.31284/j.tekstur.2026.v7i1.8151

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.