Studi Komparasi Penerapan Arsitektur Bioklimatik pada Bangunan Bertingkat Tinggi di Daerah Iklim Tropis

Tracce Marquita Reza Angelica, Yusvika Ratri Harmunisa

Sari


Indonesia memiliki iklim tropis dengan ciri utama suhu udara relatif tinggi, tingkat kelembaban signifikan, serta paparan radiasi matahari yang kuat sepanjang tahun. Kondisi ini secara langsung memengaruhi kenyamanan termal dalam bangunan dan mendorong meningkatnya konsumsi energi, terutama untuk kebutuhan pendinginan buatan. Tantangan tersebut menuntut adanya pendekatan arsitektur yang mampu merespons kondisi iklim secara adaptif. Salah satu pendekatan yang relevan adalah arsitektur bioklimatik, yaitu perancangan bangunan yang menyesuaikan diri dengan iklim setempat melalui penerapan strategi pasif, antara lain pengaturan orientasi bangunan, ventilasi silang, pemanfaatan elemen peneduh, serta pemilihan material yang tepat. Penelitian ini menganalisis penerapan prinsip arsitektur bioklimatik pada tiga bangunan tinggi di kawasan tropis Asia Tenggara, yakni Robinson Tower dan Punggol Waterway Terrace di Singapura, serta Menara Mesiniaga di Malaysia. Fokus kajian diarahkan pada tipologi bangunan bertingkat tinggi (lebih dari delapan lantai atau ketinggian di atas 20 meter) yang banyak dijumpai di kawasan urban dan memiliki potensi besar untuk penerapan strategi pasif. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi komparatif melalui kajian literatur, analisis dokumen arsitektural, serta observasi visual berbasis foto dan Google Street View. Hasil penelitian menegaskan bahwa penerapan prinsip arsitektur bioklimatik yang terintegrasi terutama melalui orientasi bangunan yang optimal, penggunaan material berinsulasi tinggi, dan ventilasi alami yang efektif berkontribusi signifikan dalam meningkatkan efisiensi energi sekaligus kenyamanan termal pada bangunan tinggi di iklim tropis Indonesia.

Kata Kunci


arsitektur bioklimatik; bangunan bertingkat tinggi; iklim tropis; studi komparatif

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Chen Austin, M., Castillo, M., De Mendes Da Silva, Á., & Mora, D. (2020). Numerical assessment of bioclimatic architecture strategies for buildings design in tropical climates: A case of study in Panama. E3S Web of Conferences, 197, 1–10. https://doi.org/10.1051/e3sconf/202019702006

Effendy, A., & Silviana, M. (2021). Kajian literatur konsep green building pada bangunan tropis. ARSITEKNO, 8, 11–16. https://doi.org/10.29103/arj.v8i1.3687

Fachry, M., & Satwikasari, A. (2022). Kajian konsep arsitektur bioklimatik pada bangunan kantor Robinson Tower Singapura. Purwarupa, 6(1), 41–48. https://doi.org/10.24853/purwarupa.6.1.41-48

Fahri, M. F., & Satwikasari, A. F. (2023). Kajian konsep arsitektur bioklimatik pada bangunan Punggol Waterway Terrace, Singapura. AGORA: Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti, 20(2), 259–272. https://doi.org/10.25105/agora.v20i2.13681

Givoni, B. (1998). Climate considerations in building and urban design. Van Nostrand Reinhold.

Handoko, J., & Ikaputra. (2019). Prinsip desain arsitektur bioklimatik pada iklim tropis. Langkau Betang: Jurnal Arsitektur, 6(2), 87–100. https://doi.org/10.26418/lantang.v6i2.34791

Hildayanti, A., & Wasilah. (2022). Pendekatan arsitektur bioklimatik sebagai bentuk adaptasi bangunan terhadap iklim. Nature: National Academic Journal of Architecture, 9(1), 29–41. https://doi.org/10.24252/nature.v9i1a3

Hyde, R. (2000). Climate responsive design: A study of buildings in moderate and hot humid climates. E & FN Spon.

Iqbal, M., Atthaillah, A., Safyan, A., Indriani, L., & Sina, A. M. (2024). Kenyamanan termal pada bangunan berventilasi alami di iklim tropis. Nature: National Academic Journal of Architecture, 11(2), 152–163. https://doi.org/10.24252/nature.v11i2a3

Martínez-Martínez, J. E., Álvarez Rabanal, F. P., Lázaro, M., Alonso-Martínez, M., Alvear, D., & Del Coz-Díaz, J. J. (2021). Assessment of lightweight concrete thermal properties at elevated temperatures. Applied Sciences (Switzerland), 11(21), 1–18. https://doi.org/10.3390/app112110023

Mohammad Shuhaimi, N. D. A., Mohamed Zaid, S., Esfandiari, M., Lou, E., & Mahyuddin, N. (2022). The impact of vertical greenery system on building thermal performance in tropical climates. Journal of Building Engineering, 45, 1–12. https://doi.org/10.1016/j.jobe.2021.103429

Ng, E. (2009). Designing high-density cities for social and environmental sustainability. Earthscan.

Oleiwi, M. Q., & Mohamed, M. F. (2023). The impacts of passive design strategies on building indoor temperature in tropical climate. Pertanika Journal of Science and Technology, 31(1), 83–108. https://doi.org/10.47836/pjst.31.1.06

Saliim, A. M., & Satwikasari, A. F. (2024). Study of modern tropical architectural design concept in vertical residence. BORDER: Jurnal Arsitektur, 4(1), 65–82. https://doi.org/10.33005/border.v4i1.90

Sujatini, S., Fadhilah Qolby, N., Dewi, E. P., Persada, U., & Yai, I. (2022). Penerapan arsitektur bioklimatik pada Menara Mesiniaga, Rumah Misol, dan Kos Keputih. Ikraith-Teknologi, 6(3). https://doi.org/10.37817/ikraith-teknologi.v6i3.2308

Watson, D., & Labs, K. (1983). Climatic design: Energy-efficient building principles and practices. McGraw-Hill.

Yeang, K. (1994). Bioclimatic skyscrapers. Artemis.

Yeang, K. (1999). The green skyscraper: The basis for designing sustainable intensive buildings. Prestel.




DOI: https://doi.org/10.31284/j.tekstur.2026.v7i1.7860

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.