Fasad Galeri Seni dan Budaya Osing dengan Nilai – Nilai Arsitektur Neo-Vernakular

Karina Putri Lestari, Dian P. E Laksmiyanti, Amir Mukmin Rachim

Sari


Indonesia memiliki berbagai macam suku yang menetap dan memiliki kesenian dan kebudayaan sendiri salah satunya adalah suku asli Banyuwangi yaitu suku Osing. Suku osing memiliki kesenian serta kebudayaan sendiri dan setiap tahunnya diadakan festival untuk melestarikan serta mengenalkan kepada masyarakat. Semakin berkembangnya teknologi dikhawatirkan mampu menghapus nilai-nilai local karena masyarakat lebih tertarik pada teknologi. Karena hal itu dibutuhkan sebuah wadah atau tempat untuk menampung informasi mengenai kebudayaan seperti galeri seni yang dikemas lebih modern untuk menarik minat masyarakat serta menjadi upaya pelestarian budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah design research dengan menggunakan studi kasus. Tujuan bangunan ini diciptakan untuk menjadi wadah bagi para seniman dan budayawan serta untuk memasukkan nilai – nilai arsitektur neo vernacular pada fasad bangunan sehingga mampu menjadikan upaya pengenalan seni dan budaya osing serta sebagai upaya pelestarian seni dan budaya lokal. Galeri seni dan budaya osing ini terletak di Jl. Jember-Banyuwangi, Kabat dengan area ± 7 ha. Penerapan nilai arsitektur neo vernacular pada fasad galeri seni terletak pada bentuk atap yg menggunakan bentuk tikel balungan, lalu pada area depan terdapat corak batik kopi pecah yang merupakan batik khas Banyuwangi. Galeri seni dan budaya ini dinilai sebagai upaya pelestarian serta mampu menarik perhatian public.

Kata Kunci


Galeri Seni; Neo-Vernakular; Osing

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Abriandi, A., Rianty, H., & Amri, S. B. (2012). Penerapan arsitektur. 5(2), 1–12.

Afifah, S. N., Sulistyo, B. W., & Laksmiyanti, D. P. E. (2021). Pendekatan Simbolisme Dalam Perancangan Museum Di Area Monumen Kresek. Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan, 9(1), 221–227.

Akbar, A., Ratniarsih, I., & Laksmiyanti, D. P. E. (n.d.). Pengaruh Arsitektur Kontemporer Pada Rancangan Ruang Bangunan Restoran Di Kompleks Kuliner Khas Gresik Kabupaten Gresik. 1–9.

Amalia, N. A., & Agustin, D. (2022). Peranan Pusat Seni dan Budaya sebagai Bentuk Upaya Pelestarian Budaya Lokal. Sinektika: Jurnal Arsitektur, 19(1), 34–40. https://doi.org/10.23917/sinektika.v19i1.13707

Nuur, F., Sakinah, K., Widjajanti, W. W., & Poedjioetami, E. (2017). Penerapan Konsep Iconic Design sebagai Pembentuk pada Fasad Bangunan. 187–196.

Pangestu, J. F., Gandarum, D. N., Purnomo, E. I., Arsitektur, M. J., Trisakti, U., Arsitektur, D. J., Arsitektur, J., & Trisakti, U. (2022). JAWA PADA FASAD BANGUNAN HOTEL APPLICATION OF JAVA ’ S NEO VERNACULAR. 7, 194–202.

Rahayu, D. S., Sulistyo, B. W., & Laksmiyanti, D. P. E. (2021). Penerapan Tema Arsitektur Neo Vernakular pada Fasilitas Seni Teater Boneka di Kota Surabaya. Tekstur (Jurnal Arsitektur), 2(2), 133–140. https://doi.org/10.31284/j.tekstur.2021.v2i2.1922

Sudarmo, B. S., Putranto, A. D., & Wibisana, I. (2013). Bentuk Origami Modular pada Struktur Lipat. Review of Urbanism and Architectural Studies, 11(2), 26–36. https://doi.org/10.21776/ub.ruas.2013.011.02.4

Widi, C., & Prayogi, L. (2020). Penerapan Arsitektur Neo-Vernakular pada Bangunan Buday dan Hiburan. Jurnal Arsitektur ZONASI, 3(3), 282–290. https://doi.org/10.17509/jaz.v3i3.23761

Wijaya, P. Y., & Purwanto, S. A. (2017). Studi Rumah Adat Suku Osing Banyuwangi Jawa Timur. Simposium Nasional RAPI XVI, 117–123.




DOI: https://doi.org/10.31284/j.tekstur.2023.v4i1.4351

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.