Perbedaan Tingkat Kelelahan Akibat Kerja Antara Shift Pagi, Shift Siang dan Shift Malam pada Operator di Bagian Ring Spinning Menggunakan Metode Observasional Analitik dengan Pendekatan Cross Sectional di PT. Excellence Qualities Yarn

Dwika Anggara Wijaya, Anita Oktaviana Devi, Yunita Primasanti

Abstract

Shift kerja merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap timbulnya kelelahan dan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat kelelahan akibat kerja antara shift pagi, shift siang dan shift malam pada operator ring spinning menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional di PT. Excellence Qualities Yarn. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 63 operator di bagian ring spinning. Teknik Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur tingkat kelelahan kerja operator melalui denyut jantung yang diukur dengan oximeter dan data kuesioner IRFC. Analisis yang digunakan adalah uji statistik anova non parametrik (Kruskal wallis) dan uji spearman rank atau spearman rho.

Hasil uji statistik anova non parametrik (Kruskal wallis) diperoleh nilai p=0,014 yang berarti Ho ditolak jadi ada perbedaan kelelahan kerja yang signifikan antara shift pagi, siang dan malam. Hasil perhitungan perbedaan tingkat kelelahan kerja melalui denyut jantung yaitu Shift pagi kategori sedang dengan rata-rata denyut jantung 12,46 PRbpm, shift siang kategori tinggi dengan rata-rata denyut jantung 20,53 PRbpm, dan shift malam kategori sangat tinggi dengan rata-rata denyut jantung 25,77 PRbpm, dan hasil perhitungan yang diperoleh dari kuesioner IRFC yaitu Shift pagi dengan kelelahan sedang total nilai 29, shift siang dengan kelelahan tinggi total nilai 47, dan shift malam dengan kelelahan sangat tinggi total nilai 76. maka hal ini menunjukan kecederungan bahwa shift malam menimbulkan tingkat kelelahan sangat tinggi.

Full Text:

PDF

References

Tarwaka, Sholichul, Lilik Sudiajeng, 2004. Ergonomi Untuk Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Produktivitas. Surakarta : UNIBA PRESS.

Setiawati, A., 2007, Interaksi Obat dalam Gunawan, S.G, 2007, Farmakologi dan Terapi, Edisi 5, hal 862-873, Bagian Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran UI, Jakarta.

Setyawati dan Imam Djati. 2008. Faktor dan Penjadwalan Shift Kerja. Teknoin. Vol 13. No2. Maret-April 2008:11-22.

Fatima Tuz Johra, Jee-Wook Lee, Woo-Gwang Jung. Facile and safe graphene preparation on solution based platform. Journal of Industrial and Engineering Chemistry 20. 2014:2883–2887

Setyawati, L. 2010. Selintas Tentang Kelelahan Kerja. Yogyakarta: Amara Books.

Lienjte. 2008. Faktor dan Penjadualan Shift Kerja. [Jurnal]. Teknoin, Volume 13, nomor 2, 11-12.

Vilia. 2013. Hubungan Shift Kerja dengan Kelelahan Kerja pada Perawat di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr.H.Abdul Moeloek Bandar Lampung. [Jurnal]. ISSN:2337-3776.

Sandy Martha, Muhammad. 2015. “Karakteristik Pekerjaan dan Kinerja Dosen Luar Biasa UIN Sunan Gunung Djati Bandung: Komitmen Organisasi Sebagai Variabel Moderating”. Tesis di Universitas Widayatama Bandung.

Becker, Torbjorn. 2016. The Nature of Swedish-Russian Capital Flows. Stockholm: Stockholm Institute of Transition Economics no. 35 [9] Nadya, W. 2013. Hubungan Gangguan Tidur dengan Kelelahan pada Sistem Kerja Bergilir (Shift) Malam terhadap Karyawan Minimarket 24 Jam di Kota Denpasar. [Jurnal]. Volume 4, Nomor 5.

Harlan, J. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Gunadarma. Hensen, T. R.(2007). Hubungan Konsumsi Purin dengan Hiperurisemia pada Suku Bali di Daerah pariwisata Pedesaan

Refbacks

  • There are currently no refbacks.