Teknik pengolahan Limbah Cair Tahu dengan Penambahan Bakteri Bio treatment

Nita Suleman, Nurhayati Lambayu

Abstract

Bio treatment Waste adalah koloni bakteri probiotik aktif Lactobacillus, Thiobacillus, Pseudomonas, Nitrobacter Sp, Nitrosomonas Sp, bakteri hidrolisis, bakteri acido, bakteri aceto, bakteri methano, bakteri confidential anaerob lainnya serta mengandung enzim enzim pengurai dan mikroorganisme lainnya yang dapat mengurai beban cemaran air limbah. Efektivitas penambahan Bio treatment ini terdiri dari tahap pengujian BOD, COD, dan TSS, sebelum dan sesudah pengolahan. Pengolahan limbah dimasukkan kedalam reaktor anaerobik dengan menambahkan bakteri Bio treatment 500mL/hari. Tahap pengujian BOD COD, dan TSS dilakukan dengan analisis titrimetri dan gravimetri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Bakteri Bio treatment ini memberikan hubungan yang signifikan terhadap hasil pengolahan limbah cair tahu. Efektivitas BOD 55%, efektivitas COD 50%, dan efektivitas TSS 58%.

 

 

 

References

DAFTAR RUJUKAN

{1} Direstiyani, L. C. (2016). Kajian Kombinasi Anaerobic Baffled Reactor (ABR) - Anaerobik/Aerobic Biofiter (AF) Untuk Pengolahan Limbah Cair Industri Tempe. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

{2} Fitri, H. M., Hadiwidodo, M., & Kholiq, M. A. (2016). Penurunan Kadar Cod, Bod, Dan Tss Pada Limbah Cair Industri Msg (Monosodium Glutamat) Dengan Biofilter Anaerob Media Bio-Ball. Jurnal Teknik Lingkungan, 5(1), 1–10. http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/tlingkungan

{3} Hiv, K., Aids, D. A. N., & Rumah, D. I. (2021). Program studi s1 kesehatan masyarakat fakultas kesehatan masyarakat universitas sumatera utara 2021. Universitas Sumatera Utara.

{4} Isa, I., & Retnowati, Y. (2013). Pemanfaatan Berbagai Jenis Bakteri Dalam Proses Bioleaching Limbah Logam Berat.

{5} Komunikasi, M., Lingkungan, T., & Anaerob-aerob, L. E. M. (2020). Bioremediasi Limbah Cair Industri Tahu Menggunakan Larutan EM4 Secara Anaerob-Aerob. Jurnal Presipitasi, 17(3), 233–241.

{6} Munawaroh, U., Sutisna, M., & Pharmawati, K. (2013). Penyisihan Parameter Pencemar Lingkungan pada Limbah Cair Industri Tahu menggunakan Efektif Mikroorganisme 4 (EM4) serta Pemanfaatannya. Jurnal Institut Teknologi Nasional, 1(2), 1–12.

{7} Nurhasmawaty, P. (2008). Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu dengan Proses Biofilter Aerobik. In Jurnal Teknik Kimia.

{8} Radityaningrum, A. D., & Kusuma, M. N. (2017). Perbandingan Kinerja Media Biofilter Anaerobic Biofilter Dalam Penurunan Tss, Bod, Cod Pada Grey Water. Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan), 3(2), 25–34. https://doi.org/10.20527/jukung.v3i2.4024

{9) Saragih, G., & Eprilia, S. (2019). Optimalisasi Penurunan Bod Menggunakan Bakteri Mesofilik Untuk Land Application Di Unit Pengolahan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit. Ready Star, 96–102.

{10} Sato, A., Utomo, P., & Abineri, H. S. B. (2015). Pengolahan Limbah Tahu secara Anaerobik-Aerobik Kontinyu. Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Terapan III, 185–192.

{11} Slamet, A. W. P. dan A. (2017). Pengolahan Tipikal Instalasi Pengolahan Air Limbah Industri Tahu di Kota Surabaya. JURNAL TEKNIK ITS, 6(2), 131–136.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.