Analisis Pengaruh Diameter Elektroda dan Kecepatan Las terhadap Sifat Mekanik dan Struktur Makro pada Baja AISI 1050 dengan Proses Pengelasan TIG

Afira Ainur Rosidah, Suheni Suheni, Erwanda Wisnu Anarki

Abstract

Pengelasan Tungsten Inert Gas (TIG) merupakan teknik pengelasan dengan menggunakan Argon dan Helium sebagai gas pelindung, serta nyala busur listrik yang berasal dari elektroda Tungsten dengan benda kerja. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi sifat fisik dan mekanik suatu bahan setelah proses pengelasan. Pada penelitian ini, berfokus pada pengaruh variasi diameter elektroda dan kecepatan las terhadap sifat mekanik dan struktur makro baja AISI 1050. Proses las dilakukan dengan variasi diameter elektroda 1,6; 2,4; dan 3,2 mm dengan besar arus 100 A, kemudian pengelasan dilakukan bergantian menggunakan variasi diameter elektroda yang telah ditentukan dengan kecepatan pengelasan 1; 1,5; dan 2 mm/s untuk setiap variasi diameter elektroda. Berdasarkan hasil pengujian tarik, nilai kekuatan tarik maksimum tertinggi adalah sebesar 445,3 MPa dengan variasi diameter 3,2 mm dan kecepatan las 2 mm/s. Sedangkan untuk hasil uji kekerasan didapatkan nilai kekerasan tertinggi 41,125 HRC dengan variasi diameter 2,4 mm dan kecepatan las 2 mm/s. Hasil foto struktur makro hasil pengelasan menunjukkan bahwa semakin besar diameter elektroda yang digunakan, daerah penetrasi cenderung semakin dalam dan lebar. Sedangkan ketika kecepatan las semakin tinggi, maka daerah penetrasi yang dihasilkan semakin dangkal.

Full Text:

PDF

References

E. W. R. Widodo, V. A. Setyowati, Suheni, and I. Qiromi, “Variasi Jenis Kampuh Las Dan Kuat Arus Pada Pengelasan Logam Tidak Sejenis Material Stainless Steel 304L Dan Baja Aisi 1040 Dengan Gas Tungsten Arc Welding,” in Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan VI, 2018, pp. 327–332.

I. Apriadi and A. Duniawan, “Pengaruh kecepatan Pengelasan Tungsten Inert Gas Terhadap Sifat Fisis dan mekanis Pada Pengelasan Baja Karbon Menengah,” Simetris, vol. 14, no. 1, pp. 16–21, 2020.

Herizal, Hasrin, and Hanif, “Analisa Pengaruh Proses GTAW Dan SMAW Terhadap Ketangguhan Sambungan Pengelasan Material AISI 1050,” J. Weld. Technol., vol. 2, no. 1, pp. 19–25, 2020.

S. Celik and I. Ersozlu, “Investigation of the mechanical properties and microstructure of friction welded joints between AISI 4140 and AISI 1050 steels,” Mater. Des., vol. 30, no. 4, pp. 970–976, 2009, doi: 10.1016/j.matdes.2008.06.070.

S. Parekke, “Pengaruh Variasi Arus Pada Pengelasan Smaw Dan Gtaw Terhadap Sifat Mekanis Dan Fisis Pada Logam Berbeda Baja Karbon Sedang Dengan Baja Tahan Karat Austenit,” Din. J. Ilm. Tek. Mesin, vol. 9, no. 1, pp. 12–19, 2017.

M. Çakir and A. Özsoy, “Investigation of the correlation between thermal properties and hardenability of Jominy bars quenched with air-water mixture for AISI 1050 steel,” Mater. Des., vol. 32, no. 5, pp. 3099–3105, 2011, doi: 10.1016/j.matdes.2010.12.035.

S. I. Talabi, O. B. Owolabi, J. A. Adebisi, and T. Yahaya, “Effect of welding variables on mechanical properties of low carbon steel welded joint,” Adv. Prod. Eng. Manag., vol. 9, no. 4, pp. 181–186, 2014.

V. A. Setyowati and Suheni, “VARIASI ARUS DAN SUDUT PENGELASAN PADA MATERIAL AUSTENITIC STAINLESS STEEL 304 TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN STRUKTUR MAKRO,” J. IPTEK, vol. 20, no. 2, pp. 29–36, 2016.

A. Rahmatika, S. Ibrahim, M. Hersaputri, and E. Aprilia, “STUDI PENGARUH VARIASI KUAT ARUS TERHADAP SIFAT MEKANIK HASIL PENGELASAN GTAW ALUMINIUM 1050 DENGAN FILLER ER 4043,” J. Polimesin, vol. 17, no. 1, pp. 47–54, 2019.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.