ANALISIS POTENSI LAHAN BEKAS TAMBANG DALAM MEMBERIKAN MANFAAT TERHADAP PERUNTUKAN LAHAN PERKEBUNAN DI KABUPATEN TEBO PROVINSI JAMBI

Doli Jumat Rianto, Edy Nursanto, Kresno Kresno

Abstract


PT. Daya Bambu Sejahtera adalah perusahaan pertambangan batubara dengan menerapkan metode tambang terbuka (open pit). Rendahnya unsur hara pada lapisan (top soil) dan terjadinya perubahan bentuk lahan (landscape) akibat penambangan, sangat penting untuk dilakukan analisis pada lahan bekas tambang tersebut dengan menggunakan metode pemberian nilai berdasarkan kelas. Sehingga diperoleh tingkat kesesuaian jenis tanaman yang diperuntukan pada lahan bekas tambang. Berdasarkan hasil analisis arahan penggunaan lahan bekas tambang pada lahan rencana reklamasi diperuntukan untuk perkebunan diperoleh nilai 44 dengan kriteria sedang yang mempunyai penghambat agak berat sehingga mengurangi pilihan jenis tanaman dan atau memerlukan pengelolaan tanah khusus, dimana kemiringan lereng >450 yaitu 118 % menunjukkan kondisi curam hingga sangat curam dengan dugaan adanya erosi sebesar 46,10 ton/ha/th (tingkat bahaya erosi tingkat sedang). Upaya yang dapat dilakukan pada lereng yang curam menjadi landai dengan membuat teras bangku kontruksi sedang sehingga dapat meminimalkan erosi yang terjadi 46,10 ton/ha/th hingga menurun menjadi 9,91 ton/ha/th (kriteria sangat rendah). Kesesuaian lahan yang peruntukan untuk perkebunan menunjukkan bahwa lahan cukup sesuai dengan rentang nilai 54-65, namun dibatasi dengan faktor penghambat yang dapat diusahkan untuk kemampuan dan kesesuaian dari lahan antara lain meminimalisirkan erosi dan perbaikan kualitas tanah  melalui pengapuran dalam upaya perbaikan tingkat keasaman tanah dan kandungan unsur lainnya. Hal ini dapat dilakukan dengan pemberian kapur dolomit dan pemberian pupuk (organik maupun anorganik) yang tepat dalam upaya perbaikan dan pensuplaian unsur hara dalam tanah.

Full Text:

PDF

References


Anonim, 2017. Dokumen Rencana Reklamasi PT. Daya Bambu Sejahtera, Muara Tebo, hal 05-06.

Anonim, 2009. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 17 Tahun 2009 Pedoman Penentuan Daya Dukung Lingkungan Hidup Dalam Penataan Ruang Wilayah, hal 1lamp.

Amiril Saridan, 2009. Kegiatan Tambang dan Upaya Penanganan Dampak Lingkungannya di Kalimantan Timur. Balai Besar Penelitian Dipterokarpa. Kalimantan Timur, hal 39-51.

Endang Sosilawati, 2013. Evaluasi Perbaikan Tapak pada Rehabilitasi Lahan Bekas Penambangan Batubara di PT. Berau Coal Kaltim. Prosiding Seminar Nasional VII Masyarakat Konservasi Tanah Indonesia, Palembang, hal 201-207.

Hari C.H, 2012. Tanah Longsor dan Erosi. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta, hal 78. Linda Purba Nigrum dkk, 2015. Pemanfaatan Lahan pada Lokasi Bekas Tambang Urug di Kecamatan Ngoro, Mojokerto, Jurnal Teknik ITS Vol. 4, No. 1, hal C-36.

Imam Basuki, 2011. Formulasi Pemantauan Partisipatif Kualitas Lahan dan Air Untuk Program Penatagunaan Lahan di Laos, Bogor, hal 96-100.

Sarwono Hardjowigeno Widiatmaka, 2015. Evaluasi Kesesuaian Lahan & Perencanaan Tataguna Lahan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta, hal 45-60.

Yatin Suwarno, 2013. Pemetaan Lahan Kritis Kabupaten Belitung Timur Menggunakan Sistem Informasi Geografis, Globe Volume 15, hal 30-38

Yuliman Ziliwu, 2002. Pengaruh Beberapa Macam Tanaman Terhadap Aliran Permukaan dan Erosi. Universitas Diponegoro. Semarang, hal 100-107.

Yustina Hong Lawing, 2015. Kajian Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang Dalam Upaya Reklamasi Berdasarkan Kaidah Good Mining Practice Pada PT. Anugrah Bara Kaltim, Kabupaten Kutai Kartanegara, Propinsi Kalimantan Timur. Kutai Kartanegara, hal 8-10.

Waterman SB, 2017. Reklamasi dan Pascatambang. Edisi Ketiga. Prodi Teknik Pertambangan UPN Veteran Yogyakarta, hal 67-68.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.