PENGARUH VARIASI SUDUT KAMPUH V PADA SAMBUNGAN LAS FCAW DARI MATERIAL BAJA SS 400

Moch Anjana Putra Famoesa, Pramudya Imawan Santosa, Erifive Pranatal

Abstract


Pada dunia industri kapal baja pengelasan merupakan metode penyambungan material yang secara umum digunakan. Salah satu jenis metode pengelasan yang sering digunakan adalah metode pengelasan FCAW (Flux Cored Arc Welding). Dalam penelitian ini dilakukan analisa pengaruh variasi sudut (50°, 60°, 70°, dan 90°) kampuh berbentuk V terhadap cacat las yang terjadi pada sambungan butt joint pengelasan FCAW pada material baja SS 400. Hasil penelitian ini diharapkan bisa memberikan informasi tentang cacat las dari setiap variasi sudut kampuh pada sambungan butt joint plat SS 400 yang nantinya akan memberi kontribusi bagi dunia produksi khususnya pada industri kapal baja serta dunia pendidikan. Metode penulisan yang digunakan dalam penulisan ini yaitu metode kualitatif. Tempat penelitian berlangsung di PT. KAMPUH WELDING INDONESIA. Hasil uji cacat las menunjukkan bahwa cacat pengelasan jenis Undercut dan Over Spatter adalah jenis cacat las yang sering muncul pada setiap spesimen pengelasan. Cacat las ini disebabkan oleh arus pengelasan yang digunakan terlalu tinggi serta sudut dalam proses pengelasan yang kurang baik.


Keywords


FCAW; Sudut Kampuh; Cacat Las

Full Text:

PDF

References


Howard. (1989). Modern Welding Technology second edition. Prentice Hall International, Inc. Engewood.

Huda, M., & Setiawan, F. (2016). Pengaruh variasi sudut kampuh V dan kuat arus dengan las SMAW pada baja A36 terhadap sifat mekanik. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, 1-9.

Prakoso, D. (2018). Pengaruh variasi kuat arus dan sudut kampuh terhadap kekuatan tarik material ST 42 pada proses pengelasan GTAW. Universitas Nusantara PGRI Kediri, 1-11.

Revaldo, A. (2017). Pengaruh Variasi Sudut Kampuh V Las TIG terhadap Kekuatan Tarik dan Struktur Mikro Stainless Steel AISI 304. 1-45.

Sastranegara, A. (2009). Mengenal uji tarik dan sifatsifat mekanik logam. Situs informasi mekanika, material, dan manufaktur.

Sonawan, H., & Suratman, R. (2004). Pengantar Untuk Memahami Proses Pengelasan Logam. Bandung: Alfabeta.

Widhyanyo, P. (2012). Analisis perbandingan sudut bevel v 40 dengan sudut bevel 30 pada proses las FCAW. Intitut Teknologi Adhi

Tama Surabaya, 1.

Wiryosumarto, H., & Okumura, T. (2000). Teknologi pengelasan logam. Jakarta: Pradnya Pramita.




DOI: https://doi.org/10.31284/j.semitan.2020.1018

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan