Pembuatan Pupuk Organik Cair dengan Cara Fermentasi Limbah Cair Tahu, Starter Filtrat Kulit Pisang Dan Kubis, dan Bioaktivator EM4

Agung Rasmito, Aryanto Hutomo, Anjang Perdana Hartono

Abstract


Limbah cair tahu memiliki kandungan zat organik yaitu karbohidrat, protein dan lemak, yang dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair. Zat–zat tersebut harus dipecah terlebih dahulu menjadi unsur–unsur yang lebih sederhana dengan proses fermentasi agar dapat diserap oleh tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lama fermentasi dan variasi penambahan EM4 dalam starter kulit pisang dan kubis yang paling optimum atau memenuhi peryaratan permentan No. 70 tahun 2011. Rasio EM4 dengan filtrat kulit pisang dan kubis yang digunakan adalah 10 ml/100 ml; 20 ml/100 ml; 30 ml/100 ml; 40 ml/100 ml dan 50 ml/100 ml. Volume limbah cair tahu yang dipakai adalah 500 ml untuk setiap rasio EM4/Starter. Fermentasi dilakukan secara anaerob dengan lama waktu 4 jam; 5 hari; 10 hari dan 15 hari. Pemeriksaan pupuk organik cair yang dilakukan adalah kadar Nitrogen, P2O5 dan K2O. Hasil Penelitian yang optimum didapatkan pada proses fermentasi dengan lama waktu 10 hari dan perbandingan rasio 40 ml/100 ml (EM4/Starter). Diperoleh hasil untuk parameter Nitrogen, P2O5 dan K2O berturut-turut adalah 1,24%; 1,01% dan 3,36%.


Keywords


EM4; Kubis; Kulit Pisang; Limbah Cair Tahu; Pupuk Organik Cair

References


Damayanti, A., Hermana, J., Masduqi, Ali. 2004. Analisis Resiko Lingkungan dari Pengolahan Limbah pabrik Tahu dengan kayu Apu (Pistia stratiotes L.). Jurnal Purifikasi, 5 (4). Hal : 2

Asmoro, Y. 2008. Pemanfaatan Limbah Tahu Untuk Peningkatan Hasil Tanaman Petsai (Brassica Chinensis). Jurnal Bioteknologi. Vol. 5(2): 51-55. Program Biosains Pasca Sarjana Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

Makiyah, M. 2013 Analisis Kadar N, P Dan K Pada Pupuk Cair Limbah Tahu Dengan Penambahan Tanaman Matahari Meksiko (Thitonia diversivolia). Universitas Negeri Semarang

Netty Demak. 2015. Perbandingan Antara Pemberian Limbah Cair Tahu Dengan LimbaTeh Basi Terhadap Laju Pertumbuhan Tanaman Spathiphyllum Floribumdu., Prosiding Seminar Pendidikan Biologi. Hal : 472

Oman. 2003. Kandungan Nitrogen (N) Pupuk Organik Cair dari Hasil Penambahan Urin pada Limbah (Sludge) Keluaran Instalasi Gas Bio dengan Masukan Feces Sapi. Skripsi Jurusan Ilmu Produksi Ternak. IPB. Bogor. Tidak Diterbitkan.

Nasution, F. J. 2013. Aplikasi Pupuk Organik Padat dan Cair dari Kulit Pisang Kepok untuk Pertumbuhan dan Produksi Sawi (Brassica Juncea L.). Skripsi Program Sarjana. Universitas Sumatera Utara. Medan

Saenab, A. 2010. Evaluasi Pemanfaatan Limbah Sayuran Pasar Sebagai Pakan Ternak Ruminasia Di Dki Jakarta, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta dan Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian, Jakarta.

Jamal. 2016. Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Tahu dengan Menggunakan Bioaktivator Effective Microorganism (EM4). Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, Samarinda

Association of Official Analytical Chemist (AOAC) 20th Ed., 2016

National Nutrient Database for Standard Reference Cabbage (USDA Nutrient Database).http://ndb.nal.usda.gov(diakses pada tanggal 1 Agustus 2018).




DOI: https://doi.org/10.31284/j.iptek.2019.v23i1.496

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Indexed by:

Sinta S3Google Scholar GARUDA Garba Rujukan DigitalDimensions Logo