Kajian Psikologi Desain, Desain Interface Speedometer Sepeda Motor Metik, Tentang Pengaruh Cara Orang Berkendara

Hamdan Bahalwan

Abstract


Seiring bertumbuhnya perekonomian Indonesia, maka tumbuh pula kemampuan daya beli masyarakat. Masyarakat perkotaan, menggunakan kendaraan pribadi untuk menunjang aktifitas mereka. Sepeda motor metik, merupakan salah satu dari beberapa pilihan kendaraan pribadi di perkotaan di Indonesia. Juga mudahnya dalam mendapatkan kendaraan baru, membuat masyarakat berbondong-bondong membeli sepeda motor metik. Dalam setahun, pabrikan sepeda motor dapat menjual dua juta unit kendaraan lebih pada konsumen.Semakin banyaknya kendaraan di Indonesia, tidak diiringi dengan faktor-faktor keselamatan dalam berkendara. Seperti desain speedometer sepeda motor yang tidak memberikan peringatan pada pengendara ketika kendaraan sudah melalui kecepatan batas kota. Desain sepeda motor yang banyak terdapat pertemuan garis lurus yang menciptakan sudut lancip, sehingga membuat psikologi persepsi pengguna, agar memacu kendaraannya dengan kecepatan yang tinggi. Sehingga ketika terjadi kecelakaan banyak diakibatkan karena pengguna sepeda motor, memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Sepeda motor metik di Indonesia, dikuasai oleh tiga pabrikan motor, dan tiga model sepeda motor yang berbeda. Ada Honda BeAT, Honda Vario, dan Yamaha Mio M3. Permasalahan yang muncul dengan makin maraknya sepeda motor metik tersebut adalah tidak adanya peringatan kepada pengguna ketika memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Warna desain speedometer yang kurang mencolok, sehingga tidak dapat menjadi sebuah pengingat pengguna. Dengan adanya metodologi penelitian menggunakan psikologi desain, maka akan mendapatkan sebuah solusi baru tentang permasalahan yang ada. Dengan adanya permasalahan yang dihadapi tersebut maka, akan ditelaah lebih lanjut korelasi antara speedometer dengan cara orang berkendara. Sehingga dengan didapatkannya hasil tersebut pengguna dapat lebih mengontrol kecepatan ketika berkendara, dan juga dapat menekan jumlah kecelakaan lalu lintas akibat kecepatan sepeda motor yang melebihi batas wajar kecepatan normal. Selain itu pula, diharapkan agar pengguna lebih aware terhadap keselamatan dalam berkendara (safety riding).

Keywords


Sepeda motor; Desain; Metik

References


Agus Sachari. 2002. Sosiologi Desain. Bandung. Institut Teknologi Bandung

Afifah Harisah dan Zulfitria Masiming. 2008. Jurnal persepsi manusia terhadap tanda,simbol dan spasial Jurnal SMARTek, Vol. 6

Alfian Nurlifa, Sri Kusumadewi, Kariyam. 2014. Jurnal analisis pengaruh user interface terhadap kemudahan penggunaan sistem pendukung keputusan seorang dokter. Universitas Islam Indonesia.

Ani Susilastuti. 1994. Tugas Akhir Pembuatan Interface untuk pengukuran intensitas cahaya berbasis komputer. Universitas Indonesia

Ciptanti Putriningrum. 2000. Tugas Karya Akhir. Analisis Elemen Desain Grafis Pada brosur. Faklutas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Indonesia

Fachrurozi, 2015, Laporan akhir pratikum, Lab Teknik Industri lanjut, Universitas Gunadarma

Mita Purbasari; R.A. Diah Resita I. Kuntjoro-Jakti , ANALISIS ASOSIASI KULTURAL ATAS WARNA: SUMATERA I, Jurnal HUMANIORA Vol.5 No.2 Oktober 2014: 889-900, Visual Communication Design, School of Design, BINUS University

Royan Prayudi. 2013. Jurnal Peran Klub Motor Dalam Pembentukan Perilaku Berkendara Yang Aman (Safety Riding) (Study Deskriptif Pada Anggota Klub Motor Stic Medan). Universitas Sumatera Utara (USU)

Victor Papanek. 1984. Design For The Real World: Human Ecology and Social Change. Academy Chicago




DOI: https://doi.org/10.31284/j.iptek.2018.v22i2.448

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal IPTEK

 

Indexed by:

Sinta S3 Google Scholar GARUDA Garba Rujukan Digital