Analisis Perbandingan Hasil Uji Laboratorium dan Onlimo terhadap Penentuan Kualitas Air di Sungai Karang Mumus Kota Samarinda

Rahmahtriananda Faradilla, Febrina Zulya, Feridiana Kavung

Abstract


Sungai Karang Mumus merupakan salah satu sumber air utama bagi masyarakat Kota Samarinda yang saat ini mengalami tekanan pencemaran akibat aktivitas domestik dan industri di sepanjang daerah aliran sungai. Masuknya limbah organik dan anorganik ke badan air menyebabkan penurunan kualitas air, sehingga diperlukan sistem pemantauan kualitas air yang efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan hasil pengukuran kualitas air Sungai Karang Mumus menggunakan sistem Online Monitoring (Onlimo) dan uji laboratorium berdasarkan metode Indeks Pencemaran (IP). Metode penelitian meliputi pengumpulan data parameter fisika dan kimia, yaitu pH, BOD, COD, DO, amonia, TDS, temperatur, kekeruhan, dan TSS. Data Onlimo diperoleh melalui Stasiun KLHK 344 Karang Mumus sebanyak satu kali per minggu dan pengambilan sampel manual untuk uji laboratorium juga dilakukan satu kali per minggu selama satu bulan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai masing-masing parameter antara hasil pengukuran Onlimo dan uji laboratorium. Nilai Indeks Pencemaran yang diperoleh dari kedua metode berada pada kisaran 3,81–5,51, yang menunjukkan status kualitas air Sungai Karang Mumus termasuk dalam kategori cemar ringan.


Full Text:

PDF

References


Alkindi, F. F., Budiono, R., Al-Islami, F. N. (2023). Pengujian analisis kadar amonia dalam air sungai di daerah Industri Sier Surabaya menggunakan metode fenat secara spektrofotometri visible. MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan, 12(2), 181-189. https://doi.org/10.48191/medfarm.v12i2.234

Effendi, H. (2003). Telaah kualitas air: Bagi pengelolaan sumberdaya dan lingkungan perairan. PT. Kanisius. Yogyakarta.

Hutama, A. R., Yuliani, E., Prayogo, T. B. (2025). Analisis kualitas air menggunakan metode indeks pencemaran, CCME-WQI, dan QUAL2Kw pada Sungai Amprong, Kota Malang, Jawa Timur. Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air, 5(1), 209-219. https://doi.org/10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.021

Lednicka, B., Kubacka, M., Freda, W., Haule, K., Dembska, G., Galer-Tatarowicz, K., Pazikowska-Sapota, G. (2022). Water turbidity and suspended particulate matter concentration at dredged material dumping sites in the Southern Baltic. Sensors, 22(20), 8049. https://doi.org/10.3390/s22208049

Maharani, J. A. (2025). Perbandingan tingkat amonium dan fosfat sebagai indikator pencemaran pada anak Sungai Brantas. Environmental Pollution Journal, 5(2), 265–274. https://doi.org/10.58954/epj.v5i2.279

Meilana, Y. K., Dagsy, I. R. D. (2025). Studi kualitas air Sungai Kalilo, Banyuwangi: Analisis Biological Oxygen Demand (BOD) dan implikasinya terhadap ekosistem. Jurnal Biosense, 8(3), 428-437. https://doi.org/10.36526/biosense.v8i3.5257

Munggaran, G. A., Hardiman, S. G., Zen, A., Latifah, N., Romdhona, N. (2024). Identifikasi sumber pencemaran berdasarkan analisis parameter kekeruhan, pH, dan warna di Situ Pamulang. Health Safety Environment Journal, 3(1), 43-39. https://ejournal.upnvj.ac.id/HSE/article/view/9432

Noor. A., Abdunnur., Kristiningrum, R., Aipassa, M. I., Ruslim, Y. (2023). Evaluasi status mutu air Sungai Samboja di Kecamatan Samboja Barat Kabupaten Kutai Kartanegara. Jurnal Pertanian Terpadu, 11(1), 37-46. https://doi.org/10.36084/jpt..v10i2.381

Pramaningsih, V., Suprayogi, S., Purnama, Ig. L. S., (2017). Analisis kandungan Phospat (PO4) dan Nitrat (NO3) di Sungai Karang Mumus Samarinda. Jurnal Enviro Scientease, 13(3), 218-226. http://dx.doi.org/10.20527/es.v13i3.4308

Pramono, I. D., Yunita, R., Sofarini, D. (2022). Kajian kualitas air pada sub daerah aliran Sungai Martapura Provinsi Kalimantan Selatan. AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan, 5(1), 30–43. https://doi.org/10.20527/aquatic.v5i1.1431

Pratiwi, I., Setiorini, I. A. (2023). Penurunan nilai pH, COD, TDS, TSS pada air sungai menggunakan limbah kulit jagung melalui adsorben. Jurnal Redoks, 8(1), 55-62. https://doi.org/10.31851/redoks.v8i1.10830

Ramadhawati, D., Wahyono, H. D., Santoso, A. D. (2021). Pemantauan kualitas air sungai cisadane secara online dan analisa status mutu menggunakan metode storet. Jurnal Sains & Teknologi Lingkungan, 13(2), 76-91. https://doi.org/10.20885/jstl.vol13.iss2.art1

Rinawati., Hidayat, D., Suprianto, S., Dewi, P. S. (2016). Penentuan kandungan zat padat (total dissolve solid dan total suspended solid) di perairan Teluk Lampung. Analit: Analytical and Environmental Chemistry, 1(1), 36-45. https://doi.org/10.23960/aec.v1i1.2016.p

Santika, Y. E. (2024). Analisis status mutu air dengan metode indeks pencemaran berdasarkan parameter fisika-kimia di Sungai Beji, Desa Pondok, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten. Jurnal Ekosains, 16(1), 30-43.

Sasongko, L. A. (2006). Kontribusi air limbah domestik penduduk di sekitar Sungai Tuk terhadap kualitas air Sungai Kaligarang serta upaya penanganannya. Tesis. Universitas Diponegoro. Semarang.

Sulandari, U., Purba, Y. S., Sahuri. (2023). Pemantauan kualitas air Sungai Cileungsi secara online melalui data ONLIMO. Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup, 8(1), 22–28. https://doi.org/10.51544/jkmlh.v8i1.3865

Yani, A. (2025). Pengukuran kadar biochemical oxygen demand dan chemical oxygen demand limbah cair domestik di Akmil Magelang. Jurnal Teknik Sipil Pertahanan, 12(2), 140-146. https://doi.org/10.63824/jptsp.v12i2.319

Yogaswara, H., Rachmawati, L., Sutopo, T. (2004). Dinamika interaksi Hulu-Hilir DAS Sungai Karang Mumus, Studi Kasus: Pengelolaan Sungai Karang Mumus Kalimantan Timur. Pusat Penelitian Kependudukkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Jakarta.




DOI: https://doi.org/10.31284/j.envitats.2026.v6i1.8512

Refbacks

  • There are currently no refbacks.