TATANAN LAHAN PADA PERANCANGAN PUSAT PENANGKARAN SATWA LANGKA DAN WISATA ALAM DI PONOROGO

Milenia Anggraini Nindira Safitri, Annisa Nur Ramadhani, Failasuf Herman Hendra

Abstract


Indonesia memiliki satwa yang beraneka ragam. Keanekaragaman tersebut disebabkan oleh wilayah yang luas dengan ekosistem beragam dan diperkirakan terdapat 300.000 jenis satwa ada di Indonesia [1]. Namun, tak sedikit juga satwa di Indonesia yang terancam punah. Hal itu disebabkan berkurangnya habitat asal mereka karena ulah campur tangan manusia, juga karena perburuan liar untuk diperdagangkan. Oleh karena itu, diperlukan upaya penjagaan dan perlindungan satwa langka dengan mendirikan penangkaran satwa langka untuk meningkatkan populasi dan melestarikan keaneka ragaman hayati. Tujuan dari penangkaran satwa langka ini adalah: (a) melestarikan satwa yang hampir punah agar tetap terjaga keberadaannya, (b) menyediakan tempat bagi satwa yang mirip dengan habitat asli mereka di alam, (c) menyadarkan manusia untuk tetap melestarikan sumber daya alam.

Full Text:

PDF

References


Supriadi, Hukum Lingkungan Indonesia. Jakarta: Sinargrafika, 2010.

Krusche, Per et sl. Oekologisches Bauen. Wiesbaden, Berlin, 1982.

Y. Ken, Ecodesign: A Manual for Ecological Design. Malaysia: Wilet-Academy, 2006.

Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, E. Y. Titisari, J. T. Santoso, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, N. Suryasari, and Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, “Konsep Ekologis pada Arsitektur di Desa Bendosari,” Rev. Urban. Archit. Stud., vol. 10, no. 2, pp. 20–31, Dec. 2012, doi: 10.21776/ub.ruas.2012.010.02.3.

“Paradigma Arsitektur Hijau, green lebih dari sekedar hijau,” Futurarch, 2008.

Erlina, Metodologi Penelitian Bisnis : Untuk Akuntansi dan Manajemen, Edisi 2. Medan: USU Press, 2008.

F. H. Hendra, “Adaptasi Guna Mencapai Kenyamanan di Dalam Bangunan Kolonial pada Lingkungan Padat,” 2012.

C. Birawa and R. M. Sukarna, “Zona Ekowisata Kawasan Konservasi Pesisir di Kecamatan Katingan Kuala, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah Melalui Pendekatan Ekologi Bentang Lahan,” J. Ilmu Kehutan., vol. 10, no. 1, Art. no. 1, Jan. 2016, doi: 10.22146/jik.12628.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Katalog Buku Karya Dosen ITATS