Penerapan Tema Kontemporer pada Gedung Pertunjukan Seni Tari dan Pewayangan Khas Nganjuk Jawa Timur

Zulni Rahmawati, Sigit Hadi Laksono, Dian P.E. Laksmiyanti

Sari


Nganjuk adalah kabupaten yang khas dengan seni pertunjukan tradisional, banyaknya pertunjukan tradisional tersebut tidak diimbangi dengan banyaknya peminat dari masyarakat setempat, Gedung pertunjukan yang terdapat di Nganjuk hanya ada satu bangunan yaitu Gedung Juang 45. Disisi lain kenyataan bahwa kegiatan seni yang diselenggarakan tidak terwadahi dengan baik maka perencanaan dan perancangan Gedung pertunjukan seni tari dan pewayangan khas Nganjuk Jawa Timur ini dilakukan untuk mewadahi permasalahan tersebut perancangan ini mengangkat tema “Arsitektur Kontemporer” dengan konsep mikro tatanan lahan “Cepat Terarah”ditunjang dengan konsep mikro bentuk “ekspressif“dan konsep mikro ruang “Digital art space“. Sehingga rancangan ini dapat memberi dampak positif baik bagi pemerintah Kabupaten Nganjuk maupun warga Nganjuk itu sendiri, bagi pendatang atau wisatawan dapat terbantu dengan adanya galeri ini sebagai petunjuk destinasi yang mereka inginkan, dan gedung pertunjukan diharapkan dapat menjadi gedung yang ikonik sehingga pekerja seni dapat menampilkan berbagai pertunjukan, dengan begitu kabupaten nganjuk dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat luar.

Kata Kunci


Gedung Pertunjukan, Seni Tari, Pewayangan, Nganjuk

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Wulandari, Christina Ayu. (2017). Bentuk Penyajian Dan Fungsi Tari Tayub Dalam Upacara Gembyangan Waranggana Dusun Ngrajek, Desa Sambirejo Kecamatan Tanjung Anom Kabupaten Nganjuk Jawa Timur. Skripsi Pengkajian Seni, 64017032, 8–16. http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/1902

Hilberseimer, L. (1964). Contemporary Architecture The Roots And Trends (edisi pert). Il: Paul Theobald dan Perusahaan.

Maylasari, Ika, dkk. (2019). statistik sosial budaya 2018. Statistik Sosial Budaya, 04220.1902, 102–103. https://www.bps.go.id/publication/2019/07/05/153a8fecadb642f5c4cf32e5/statistik-sosial-budaya-2018.html

Kustianingrum, D., Salahudin, F., Yusuf, A., & Mulyana, A. (2012). Kajian Tatanan Massa Dan Bentuk Bangunan Terhadap Konsep Ekologi Di Griyo Tawang, Solo.

Mulyono, S. (1977). Wayang dan Karakter Manusia. Pustaka Wayang.

Soedarsono. (1972). Jawa dan Bali: Dua Pusat Perkembangan Drama Tari Tradisionil di Indonesia. Gajah Mada University Press.

Subandi. (2011). deskriptif kualitatif sebagai satu metode dalam penelitian pertunjukan. Harmonia, 11, 176–177.

Sumalyo, Y. (2005). Arsitektur Modern: Akhir Abad XIX Dan Abad XX (Revisi Ke). Gadjah Mada University Press.

Pynkyawati, Theresia, dkk. (2012). Kajian Desain Sirkulasi Ruang Luar dan Ruang Dalam Bagi Penyandang Cacat Padakawasan Bangunan Ciwalk (Cihampelas Walk). Jurnal Arsitektur Universitas Bandar Lampung, 1, 9–10.

Widji Indahing Tyas, Dadan Muhammad Dania, & Agy Braja Izjrail. (2013). Kajian Bentuk Dan Tatanan Massa Di Kawasan Bangunan Ci-Walk (Cihampelas Walk). Reka Karsa, 1, 4–5.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.