Analisis Persepsi dan Partisipasi Masyarakat dalam Menyikapi Pencemaran Logam Berat (Cd) di Telaga Ngipik Kebomas Gresik

Ummu Aliyah, Mohammad Hariyadi, Prihadi Prihadi

Abstract


Kadmium (Cd) merupakan salah satu jenis logam berat yang berbahaya karena elemen ini beresiko tinggi terhadap pembuluh darah, Kadmium berpengaruh terhadap manusia dalam jangka waktu panjang dan dapat terakumulasi pada tubuh khususnya hati dan ginjal, beberapa peneliti telah membuktikan akan adanya pencemaran logam berat yang terjadi di telaga ngipik ini, sehingga yang dikhawatirkan adalah terpapar nya tubuh manusia terhadap pencemaran lingkungan yang diakibatkan mengkonsumsi ikan dari telaga ini. Telaga Ngipik, awalnya adalah bekas lahan tambang tanah liat milik PT. Semen Gresik. Tanah seluas 2.250 M2 yang telah dieksploitasi pertambangan bahan kapur untuk bahan baku semen itu dikeruk dan menyisakan kubangan atau lubang yang berubah menjadi danau. Melalui Program Bina Lingkungan PT. Semen Gresik, danau ini telah berubah menjadi tempat wisata bagi warga sekitar, selain juga dipakai sebagai tempat pemancingan  ikan, area permainan anak-anak, tempat ski air, serta bahan baku air minum. Perda No.10 Tahun 2010 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau telah mengatur Telaga Ngipik termasuk jalur hijau sempadan telaga. Kemudian dikuatkan lagi dalam P2KH (Program Pengembangan Kota Hijau) untuk menata ruang terbuka hijau yang dimulai sejak tahun 2012 di mana pengelolaan ruang terbuka hijau ini melibatkan peran serta masyarakat dan swasta dalam RAKH (Rencana Aksi Kota Hijau).


Keywords


Analisis Persepsi dan Partisipasi Masyarakat; Pencemaran Logam Berat (Cd); Telaga Ngipik

Full Text:

PDF

References


Khairul Yadi dkk. (2017), Deteksi Persebaran Air Lindi Menggunakan Inversi VLF-EM Studi Kasus TPA Ngipik,Jurnal Geosaintek, 03/02 Tahun 2017.

Prihadi dan Wahyono Hadi (2018), Analisis Pencemaran Sebagai Acuan Perumusan Strategi Teknis Pemulihan Kualitas Air dI Telaga Ngipik Kebomas Gresik Prosiding Seminar Nasional KK RALC ITB 2018, No. ISBN: 978-602-52152-0-0.

Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No..03 tahun 2010, Baku Mutu Limbah Bagi Kawasan Industri.

SK Gubernur Jawa Timur No. 45 Tahun 2002 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Industri atau Kegiatan Usaha Lainnya di Jawa Timur.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 492 Tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.

PP No. 85/1999 tentang Perubahan PP No. 18/1999, Direvisi Peraturan terbaru yang mengatur mengenai B3 yakni PP No. 74 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun.

Festri Istarani dan Ellina S. Pandebesie (2017), Jurnal, Studi Dampak Arsen (As) dan Kadmium (Cd) terhadap Penurunan Kualitas Lingkungan.

Alfiandra, 2009. Kajian partisipasi masyarakat yang melakukan pengelolaan persampahan 3R di Kelurahan Ngaliyan dan Kalipancur Kota Semarang, Tesis, Universitas Diponegoro, Semarang. [terhubung berkala]. http://eprints.undip.ac.id/ 24266 / 1 / ALFIANDRA .pdf. [9 November 2013].

Astuti Y.P., 2011. Partisipasi peserta dalam program pengelolaan sampah organik di komunitas kumuh perkotaan bantaran Sungai Ciliwung. Bogor, Institut Pertanian Bogor.

Candra I., 2012. Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga (Studi kasus di Kelurahan Siantan Tengah Kecamatan Pontianak Utara), Sociodev-Jurnal Ilmu Sosiatri. 1(1):1-21. [terhubung berkala]. http://jurnalmahasiswa.fisip. untan.ac.id /index.php/jurnalsosiatri/article/view/ 140. [9 Oktober 2013].

Dortmans B., 2015. Valorisation of organic waste-Effect of the feeding regime on process parameters in a continuous black soldier fly larvae composting system. Theses. Department of Energy and Technology, Swedish University of Agricultural Sciences, Swedish.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.