Perencanaan dan Perancangan Rumah Sakit Khusus Bedah di Kota Banyuwangi, Jawa Timur

Zian Afifah, Wiwik Widyo Widjajanti, Broto Wahyono Sulistyo

Abstract


Bedah dalam ilmu kesehatan yang terfokus pada penggunaan teknik bedah untuk meneliti dan menyembuhkan gangguan kesehatan yang disebabkan oleh penyakit atau cedera berat. Jumlah pasien yang memerlukan tindakan bedah dalam upaya metode penyembuhan  mengalami kenaikan yang terus signifikan pertahunnya dan tidak diimbangi dengan adanya fasilitas yang secara khusus menangani persoalan tersebut terutama dalam meningkatkan proses penyembuhan pasien. Hal ini disebabkan karena kurangnya wawasan bagaimana menciptakan lingkungan yang dapat memberikan suasana ruang yang menekankan rasa nyaman dan dapat memberikan semangat pada pasien. Manfaat Rumah Sakit Khusus bedah diharapkan dapat memfasilitasi masyarakat Kota Banyuwangi akan kebutuhan fasilitas kesehatan yang berkaitan dengan tindakan pembedahan melalui rumah sakit dengan pendekatan Arsitektur Berwawasan Lingkungan dengan menciptakan lingkungan penyembuhan sehingga dapat membantu proses penyembuhan pasien, dan memberikan rasa nyaman dan tenang bagi keluarga pasien, serta petugas medis. Metode penelitian yang digunakan ialah penelitian deskriptif kualitatif dan data diperoleh dari studi kasus lapangan dan literatur. Rancangan desain dengan makro konsep Healing Environment  mengacu pada proses penyembuhan pasien. Mikro konsep bentuk adalah Green Architecture dengan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Mikro konsep Interior Natural dan Semangat dengan memberikan kesan alam dan memberikan warna yang memberi semangat. Mikro konsep pada tatanan lahan dengan sirkulasi terarah. Serta menciptakan zoning yang jelas.


Keywords


Perencanaan Dan Perancangan Rumah Sakit Khusus Bedah; Arsitektur Berwawasan Lingkungan

Full Text:

PDF

References


Association, A. H. (1974 - 1996). American Hospital Association guide to the health care field. (Chicago, III.) : The Association.

Djikstra, K. 2009. Understanding Healing Environments: Effect of Physical Environment Stimuli on Patiens’ Effect of Health and Well-Being. Netherlands: University of Twente

Frick, Brenda & Robert Vale. 1991. Green Architecture Design for Sustainable Future. Thames & Hudson. London.

Frick, Heinz, dan Suskiyatno, Bambang. 1998. “ Dasar-Dasar Eko Arsitektur.Yogyakarta: Kanisius”.

Guy, Simon., Farmer, Graham. 2001. Reinterpreting Sustainable Architecture : The. Place of Technology. Journal of Architectural Education. 54(3): 140 – 148.

Knecht, Michael L. 2010. Optimal Healing Environments. Healthy Communities by Design : Redlands and Loma Linda, CA

Lidayana, Vidra., M. Ridha A. dan Valentinus P. 2013. Konsep dan Aplikasi Healing Environment dalam Fasilitas Rumah Sakit. http://jurnal.untan.ac.id/index.php/jtsuntan/article/viewFile/4619/4700. Diakses (07/10/2018)[Online], Vol. 13, No. 2,

Malkin, Jain. Hospital Interior Architecture : Creating healing environment for special patient population. USA : John Willey and Sons, Inc, (1992). 128-131

Mangunwijaya YB.1983. “Teknolog dan Dampak Kebudayaan I”, Jakarta

Montague, Kimberly Nelson. 2009. Healing Environment : Enhancing Quality and Safety through Evidance-based Design

Murphy, Jenna. 2008. The Healing Environment. Dalam jurnal “Konsep Dan Aplikasi Healing Environment Dalam Fasilitas Rumah Sakit”

Pedoman Teknis Bangunan Rumah Sakit Kelas B. 2012. Kementerian Kesehan RI.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.