BANK KOPERASI dan FINANCIAL TECHNOLOGY: LEMBAGA dan INOVASI PEMBERDAYAAN OPERASIONAL KEUANGAN UMKM MEMASUKI 2025 PASCA ACFTA ( ASEAN China Free Trade Area )

Budianto Tedjasuksmana, P. Julius F. Nagel

Abstract

Financial Technology (Fintech), menjadi perkembangan sistem informasi dan tantangan perusahaan pada
umumnya baik dagang, jasa maupun manufaktur di Indonesia. Pemanfaatan Fintech terbukti mampu membuka
akses yang lebih besar terhadap layanan jasa keuangan formal, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta
pembangunan inklusif dan berkelanjutan (www.depkes.go.id). Perpres no. 82 tahun 2016 tentang Strategi
Keuangan Nasional Inklusif, bertujuan menciptakan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor
strategis ekonomi domestik termasuk perkembangan UMKM di Indonesia perlu didorong dari berbagai pihak,
khususnya peranan pemerintah yang seharusnya sangat aktif dalam mendirikan Bank Koperasi. Adanya
keterlibatan ASEAN yang berdagang dengan China, ACFTA, masih saja disebutkan adanya berbagai kendala
bagi UMKM Indonesia, yang mana salah satunya adalah masalah permodalan. Dalam tiap UMKM dari negara
yang bergabung dalam ASEAN perlu sebuah badan Pemegang Dana dari Negara tersebut yang membawahi
semua UMKM yang ada. Dengan pertimbangan bahwa aliran dana yang masuk dari Negara maju dan para
investor lainnya membutuhkan perantara National Authority, maka peranan lembaga yang representatif dari
Indonesia adalah bank UMKM, atau lebih patut disebut sebagai bank Koperasi. Keberadaan Bank Koperasi juga
mempertimbangkan tugas pokok dari aspek sosiologis UMKM terkait dengan kesejahteraan ekonomi
masyarakat.

Keywords

Bank Koperasi;Fintech;UKM

Full Text:

PDF

References

De Loitte, Access Economics, Strancombe Research and Planning , UKM Pemicu Kemajuan Indonesia, Instrumen Pertumbuhan Nusantara 2015

Hua, X. (2-13) http :// Non traditional private equity financing can be a win-win solution for SME.

Ismawan, Bambang, Ekonomi Rakyat : Sebuah Pengantar, Seminar Pendalaman Ekonomi Rakyat, Jakarta, 2002 Financial Club

Julianto, P.A. 2016. Cara Perbankan Penuhi Kebutuhan Nasabah. Kompas. 2016.

Kenan Institute Asia, The ASEAN SME Regional Development Fund Conceptual Framework.

Kontan no. 38 , 2019

Kontan no. 43 , 2019

Diardo, L. 2018. Analisis Transaksi Pembayaran Menggunakan Fintech Pada UMKM di Indonesia: Pendekatan Adaptive Structuration Theory. Thesis S2. Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia.

Nugroho, Lucky , Tamala Dewi, Persepsi Pengusaha Terhadap Perbankan Syariah, SIKAP, vol.3, No 1, 2018

Nuryahya Erwanda , SME’s Fintech : Menunjang Peningkatan BMT Melalui Pembiayaan dan Perekrutan Anggota berbasis Tehnologi, Jurnal Ilmu Ekonomidan Keuangan Islam vol 1 no 1 2018, PPEB UPI .

Triharini, Meirina, Dwinita Larasati dan Susanto (2012), Pendekatan One Village One Product (OVOP) Untuk Mengembangkan Potensi Kerajinan Daerah : Studi Kasus Kerajinan Gerabah di Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta, ITB Jvis Art and Des vol 6 no. 1

Tedjasuksmana, Budianto, Potret UMKM Indonesia dalam menghadapi masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, the 7 th NCFB and Doctoral Cooloquium 2014, Towars A New Indonesia Business Architecrure Sub Tema Business And Economic Transformation Towards AEC 2015,

Fakultas Bisnis dan Pascasarjana UKWMS

UKMC. UKM Center Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Agustus 2018

Wignaraja, G & Injarak, Y. 2014. Is Finance a Binding Constraint for SME Participation in Trade in Asia, (online), (http://www.asiapathways-adbi.org/2014/06/is-finance-a-binding

constraint-for-sme-psrticipation-in-trade-in-asia, diakses 5 Agustus 2019).

Winarmi, S. (2006). Strategi Pengembangan Usaha Kecil Melalui Peningkatan Aksessibilitas Kredit Perbankan , Infokop, No 29 Th XXII.

World Economic Forum (WEF), 2011 dalam http ://www.bapenas.go.id/blog.wp content/uploads

www.depkes.go.id (diakses 5 Agustus 2019).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.