Analisis Kandungan Mikroplastik pada Air Tambak, Garam Mentah dan Garam Komersil di Surabaya

Mukhlisoh Nisa’ul Karimah, Taty Alfiah

Abstract

Garam merupakan salah satu dari sembilan kebutuhan pokok masyarakat Indonesia. Garam dibuat menggunakan bahan baku air laut, dengan teknik penguapan di bawah sinar matahari. Pencemaran air laut oleh mikroplastik (MP), menjadi latar belakang tujuan penelitian, yaitu untuk mengetahui adanya pencemar mikroplastik (MP) pada air laut sekitar tambak, garam mentah (garam rakyat, garam krosok) dan garam komersil yang merupakan garam hasil olahan dari garam mentah untuk memenuhi SNI garam. Kesimpulan penelitian menunjukkan ditemukannya mikroplastik (MP) baik pada air tambak, garam mentah, maupun garam komersil. Kelimpahan mikroplastik pada air tambak, garam mentah dan garam komersil memiliki hasil yang bervariasi yaitu 7,7 partikel/L air tambak, 46 partikel/Kg raw salt dan 41,5 partikel/Kg garam komersil. Bentuk mikroplastik (MP) yang ditemukan pada air tambak, garam mentah dan grama komersil yaitu bentuk fiber dan fragmen. Terdapat 6 warna mikroplastik yang ditemukan yaitu hitam, merah, hijau, biru, transparan dan coklat. 

Keywords

garam komersil; garam mentah; mikroplastik (MP)

Full Text:

PDF

References

A. Baroroh, I; Bagiyo, S; Munasid, A; Sulestiani, Teknologi Mekanik Dasar Pemurnian Garam, 1st ed. Surabaya: Hang tuah university press, 2019.

A. Wibowo, P. Riset, P.-B. Standardisasi, N. Kompleks, P. Gedung, and K. T. Selatan, “Potensi Pengembangan Standar Nasional Indonesia (SNI) Produk Garam Konsumsi Beryodium dalam Rangka Meningkatkan Daya Saing (Ari Wibowo),” p. 82, 2020.

P. S. Agribisnis and U. Samudra, “Pemanfaatan Air Laut Menjadi Garam Dengan Metode Sungkup Di Desa Simpang Lhee Kota Langsa,” vol. 6, no. 2, pp. 359–363, 2022.

R. Hartati, W. Widianingsih, B. W. RTD, M. B. Puspa, and E. Supriyo, “Analisa Air Tambak Desa Kaliwlingi sebagai Bahan Baku Produksi Garam Konsumsi,” J. Mar. Res., vol. 11, no. 4, pp. 657–666, 2022, doi: 10.14710/jmr.v11i4.35353.

J. S. Kim, H. J. Lee, S. K. Kim, and H. J. Kim, “Global Pattern of Microplastics (MPs) in Commercial Food-Grade Salts: Sea Salt as an Indicator of Seawater MP Pollution,” Environ. Sci. Technol., vol. 52, no. 21, pp. 12819–12828, 2018, doi: 10.1021/acs.est.8b04180.

M. I. T. Murpa, A. Baharuddin, and A. Gafur, “Kandungan Mikroplastik Pada Garam di Pasar Terong Kelurahan Bontoala Kota Makassar,” Hig. J. Kesehat. Lingkung., vol. 7, no. Vol. 7 No. 1 (2021): Kesehatan Lingkungan, pp. 1–4, 2021, [Online]. Available: https://ojs.unud.ac.id/index.php/JMRT/article/view/61840.

G. A. N. Dhanang Puspita, Pulung Nugroho, “Kandungan Mikroplastik Garam Tambak Di Juwana – Kabupaten Pati, Jawa Tengah,” Biogenerasi, vol. 7, no. 2, pp. 75–82, 2022, [Online]. Available: https://e-journal.my.id/biogenerasi.

C. Di Fiore, M. P. Sammartino, C. Giannattasio, P. Avino, and G. Visco, “Microplastic contamination in commercial salt: An issue for their sampling and quantification.,” Food Chem., vol. 404, no. Pt B, p. 134682, Mar. 2023, doi: 10.1016/j.foodchem.2022.134682.

R. W. M. G. K. Kapukotuwa, N. Jayasena, K. C. Weerakoon, C. L. Abayasekara, and R. S. Rajakaruna, “High levels of microplastics in commercial salt and industrial salterns in Sri Lanka.,” Mar. Pollut. Bull., vol. 174, p. 113239, Jan. 2022, doi: 10.1016/j.marpolbul.2021.113239.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.