Analisis Kualitas Air Tanah di Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur

Baltasar Belang Baga Purab, Hendra Bahar, Sapto Heru Yuwanto

Abstract

Air memiliki peran penting dalam mendukung kehidupan, bukan hanya bagi manusia, tetapi juga untuk berbagai makhluk hidup di Bumi, termasuk hewan dan tumbuhan. Dalam kehidupan sehari-hari, penduduk di daerah penelitian, yakni Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur, mengandalkan air tanah untuk kebutuhan sehari-hari seperti konsumsi, memasak, mandi, dan mencuci. Selain itu, sumber air tanah juga digunakan untuk keperluan irigasi pertanian, industri tekstil, dan pembangkit listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas air tanah yang dimanfaatkan oleh penduduk di daerah penelitian. Metode penelitian mencakup pemetaan geologi permukaan untuk mengidentifikasi kondisi geologis dan survei hidrogeologi. Wilayah penelitian dibagi menjadi dua satuan geomorfologi, yaitu dataran tanpa erosi (D5) dan perbukitan dengan erosi minim (D1), dan terdiri dari dua jenis litologi, yakni batupasir di bagian utara daerah penelitian dan breksi di bagian selatan daerah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai konduktivitas listrik (DHL) mengindikasikan kualitas air yang baik, dengan kisaran antara 250 hingga 750 µmhos/cm. Nilai Total Zat Terlarut (TDS) berada dalam kisaran angka kurang dari 1.000 mg/l, menunjukkan bahwa air tanah masih aman digunakan dan tidak memiliki kadar garam yang tinggi.

Keywords

kualitas; air tanah; geomorfologi; litologi

Full Text:

PDF

References

A. Rachman, S.H. Yuwanto, dan H. Bahar, 2020, Analisis Kualitas Air Tanah Berdasarkan Jenis Kandungan Kimia Fisik Air pada Akuifer Bebas Cekungan Air Tanah (CAT) Palu di Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah, Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN), Vol. 2, No. 1.

B.C. Matahelumual, 2013, Kajian Kondisi Air Tanah di Kecamatan Porong dan Tanggulangin Tahun 2011-2013, Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi, Vol. 4, No. 2, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Geologi, Bandung.

Danaryanto, Djaendi, Harnadi D., Mudiana W., dan Budiyanto, 2007, Kumpulan Panduan Teknis Pengelolaan Air Tanah, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Geologi, Pusat Lingkungan Geologi, Bandung.

Darwis, 2018, Pengelolaan Air Tanah, Penerbit Pena Indis, Yogyakarta.

D.E. Irawan, dan D.J. Puradimaja, 2015, Hidrogeologi Umum, Penerbit Ombak, Yogyakarta.

H. Hendrayana, I.A. Riyanto, dan A. Nuha, 2020, Tingkat Pemanfaatan Airtanah di Cekungan Airtanah (CAT) Yogyakarta-Sleman, Geodika Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi, Vol. 4, No. 2.

H. Pranowo, 2013, Analisa Kuantitas dan Kualitas Airtanah di Kabupaten Mojokerto, Jurnal Teknik Pengairan, Universitas Brawijaya, Malang.

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/MENKES/PER/1V/2010, Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.

M. Ulfah, 2018, Pemanfaatan Air Permukaan dan Air Tanah, Seminar Nasional Hari Air Sedunia, Vol. 1, No. 1.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 416/MENKES/PER/IX/1990 Tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air.

R. Nelson, and P. Quevauviller, 2016, Groundwater Law, Integrated Groundwater Management - Concepts, Approaches and Challenges, Springer Open.

Santosa S., dan Atmawinata S., 1992, Peta Geologi Lembar Kediri – Jawa, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.