Evaluasi Unit Koagulasi, Flokulasi, Sedimentasi, dan Filtrasi pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Semanggi Perumda Air Minum Toya Wening Kota Surakarta

Mar’atus Sholikhah, Rodu Dhuha Afrianisa

Abstract

Perumda Air Minum Toya Wening, yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kota Surakarta, bertanggung jawab sebagai penyedia air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih. Kualitas air minum yang dihasilkan harus memenuhi persyaratan parameter fisik, kimia, dan mikrobiologis sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Lingkungan. Untuk meningkatkan efektivitas pengolahan air dan kualitas air yang dihasilkan oleh IPA Semanggi, perubahan pada unit IPA perlu dilakukan melalui evaluasi kinerja unit bangunan IPA. Proses evaluasi ini melibatkan observasi lapangan dan wawancara terkait Eksisting Instalasi Pengolahan Air (IPA), karakteristik unit-unit IPA, debit pengolahan, kualitas air, serta referensi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai waktu detensi pada unit koagulasi sebesar 461,53 dtk, flokulasi seesar 8,47 menit dan sedimentasi sebesar 2,1 detik dan tidak memenuhi kriteria desain. Pada unit flokulasi, gradient kecepatan bernilai 0,004 detik-1 sehingga belum memenuhi kriteria desain. Pada unit sedimentsi, nilai surface loading rate sebesar 1,19 m3/m2.jam dan belum memenuhi kriteria desain. Pada unit filtrasi, nilai  kecepatan penyaringan sebesar 1,43 m/jam sehingga tidak sesuai dengan kriteria desain

Keywords

Evaluasi, Instalasi Pengolahan Air, Kualitas, Semanggi

Full Text:

PDF

References

A. Riski, R. Purnaini, and U. Kadaria, “Teknologi Tepat Guna Pengolahan Air Sungai Menjadi Air Bersih,” J. Teknol. Lingkung. Lahan Basah, vol. 11, no. 2, p. 442, Jul. 2023, doi: 10.26418/jtllb.v11i2.65742.

A. D. Putra, R. Hadisoebroto, and W. Astono, “Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum di Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat (Design of Water Treatment Plant in East Bekasi District, Bekasi City, West Java),” Semin. Nas. Kota Berkelanjutan, pp. 207–217, May 2018, doi: 10.25105/psnkb.v1i1.2900.

Z. Maulana, “Teknologi Pengolahan Air Bersih Menggunakan Media Pac,” vol. 1, no. 1, 2018.

H. Harmiyati, “Tinjauan Proses Pengolahan Air Baku (Raw Water) Menjadi Air Bersih Pada Sarana Penyediaan Air Minum (Spam) Kecamatan Rangsang Kabupaten Kepulauan Meranti: Review of Raw Water Processing Process to Clean Water at Drinking Water Supply (SPAM) Rangsang, Meranti District,” J. SAINTIS, vol. 18, no. 1, pp. 1–15, Apr. 2018, doi: 10.25299/saintis.2005.vol8(2).2808.

L. Silvana and S. Rodiah, “Pengaruh Penambahan Gas Klor Sebagai Desinfektan Coliform dan Eschericia Coli Pada Pengolahan Air Minum,” Prosiding Seminar Nasional Sains dan Terapan, vol. 3, no. 1, 2020.

D. G. Ebsa and W. T. Dibaba, “Assessment of drinking water treatment and disinfection by-products,” South Afr. J. Chem. Eng., vol. 41, pp. 85–92, Jul. 2022, doi: 10.1016/j.sajce.2022.05.003.

A. A. Nainggolan, R. Arbaningrum, A. Nadesya, D. J. Harliyanti, and M. A. Syaddad, “Alat Pengolahan Air Baku Sederhana Dengan Sistem Filtrasi,” WIDYAKALA J., vol. 6, p. 12, Jun. 2019, doi: 10.36262/widyakala.v6i0.187.

I. Ilyas, V. Tan, and M. Kaleka, “Penjernihan Air Metode Filtrasi untuk Meningkatkan Kesehatan Masyarakat RT Pu’uzeze Kelurahan Rukun Lima Nusa Tenggara Timur,” War. Pengabdi., vol. 15, no. 1, p. 46, Mar. 2021, doi: 10.19184/wrtp.v15i1.19849.

D. Z. N. Hakimah, “Analysis of Disinfection effect on Drinking Water Treatment,” Prosiding SAINTEK : Sains dan Teknologi, 2023. Fakultas Teknik, Universitas Pelita Bangsa.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.