RENCANA REKLAMASI PADA LAHAN BEKAS TAMBANG PASIR DAN BATU DI DESA NGLUMUT, KECAMATAN SRUMBUNG, KABUPATEN MAGELANG, PROVINSI JAWA TENGAH

Achmad Reza Kurniawan, Abdul Rauf

Abstract


Kegiatan penambangan pasir dan batu yang dikelola masyarakat di Desa Nglumut, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah banyak yang belum mempunyai ijin penambangan rakyat (IPR) dan berpotensi untuk merusak lingkungan serta tidak memperhatikan keselamatan kerja. Lahan yang semula dapat ditanami berubah menjadi lahan yang tidak subur, banyak dijumpai lubang bekas galian serta tebing yang memiliki kemiringan lereng relatif tegak dan menyebabkan rawan terjadi runtuhan. Kondisi ini sudah dibiarkan begitu saja oleh pemilik lahan sejak tahun 2011. Rencana reklamasi yang akan dilakukan mencakup penataan lahan, pengendalian erosi dan sedimentasi, serta revegetasi dan pemeliharaan. Penataan lahan dilakukan untuk menyiapkan lahan menjadi lahan siap tanam dengan tanamannya yaitu tanaman salak. Berdasarkan kondisi lahan yang ada, lahan akan ditata dan dibentuk teras kebun dengan dimensi lebar teras 4 m, tinggi lereng tunggal 5 m dengan jarak horizontal 6 m sehingga kemiringan total 3 lereng adalah 26o atau sekitar 48,77%. Penataan lahan dilakukan dengan menggunakan backhoe KOMATSU PC200-7SEF sebanyak 2 buah dan Dumptruck Toyota Dyna HT 130 PS sebanyak 2 buah selama 7 hari dan menyisakan 5.400,7 m3 material untuk dijual. Pengelolan tanah pucuk dilakukan selama 11 hari dengan tenaga manusia. Setelah itu dilakukan perencanaan pengendalian erosi dan sedimentasi dengan pembuatan teras, pembuatan saluran terbuka dan penanaman cover crops. Dari hasil perhitungan dilakukan dimensi saluran terbuka berbentuk trapesium dengan lebar atas 0,33 m, lebar bawah 0,16 m, kedalaman 0,14 m dan kemiringan sisi 60o. Selanjutnya pada perencanaan reklamasi, akan dilakukan revegetasi dengan jumlah total tanaman salak sebanyak 10.021 pot. Penanaman dilakukan bersamaan dengan pengelolaan tanah pucuk selama 11 hari.  Dari perencanaan reklamasi yang telah dilakukan, terjadi penurunan Tingkat Bahaya Erosi (TBE) dari 17.197,37 ton/Ha/tahun (kelas V, sangat berat) menjadi 41,58 ton/Ha/tahun (Kelas II, ringan).

Keywords


Penataan Lahan; Reklamasi Tambang

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.