PERANCANGAN DESAIN KLOSET UNTUK MALL (STUDI KASUS : KOTA SURABAYA)

Hamdan Bahalwan

Abstract


Surabaya saat ini menjadi kota yang memiliki pusat perbelanjaan terbrsar nomer dua di Indonesia, setelah kota Jakarta. Setiap sudut perkotaan terdapat beberapa pusat perbelanjaan (Mall). Semakin meningkatnya daya beli masyarakat terhadap suatu produk, mengakibatkan banyak pula produsen yang semakin kencang dalam memproduksi barangnya. Pusat perbelanjaan, menjadi media untuk para penjual menjajakan dagangan tersebut. Fasilitas yang diberikan oleh sebuah pusat perbelanjaan, menjadi sebuah point penting. Salah satunya toilet. Keberadaan toilet di pusat perbelanjaan, sangat dibutuhkan. Dimana naluri manusia mengharuskan untuk menggunakan toilet untuk Buang air besar, atau pun buang air kecil. Budaya masyarakat Surabaya ketika buang air besar adalah dengan jongkok. Ini menjadi sebuah permasalahan baru di setiap pusat perbelanjaan di Surabaya. Banyak dari pusat perbelanjaan menyediakan kloset duduk, sedangkan masyarakat terbiasa melakukan aktifitas di tolet dengan jongkok. Dalam penelitian ini, peneliti mencoba menyelesaikan masalah tersebut dengan pendekatan desain produk. Mendesain sebuah kloset yang bisa digunakan langsung dengan posisi duduk ataupun jongkok. Mengingat budaya masyatakat yang selalu jongkok dalam menggunakan toilet.

Kata kunci : pusat perbelanjaan, kloset, jongkok, duduk


Full Text:

PDF

References


. Agus Sachari. 2002. Sosiologi Desain. Bandung. Institut Teknologi Bandung

. I made Londen Batan. 2012. Desain Produk. Institut Teknologi Sepuluh Nopember

. Victor Papanek. 1984. Design For The Real World : Human Ecology and Social Change. Academy Chicago


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.