Kitosan Sebagai Koagulan Untuk Removal Warna Pada Limbah Cair Industri Pangan

Dian Yanuarita Purwaningsih, Dea Anisa, Alif Drezely Ovy Putri

Abstract


Limbah cair dari industri pangan yang berasal dari hasil proses produksi dari diketahui masih mengandung warna yang cukup pekat sehingga perlu dilakukan pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan agar  tidak menimbulkan pencemaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar % removal warna dari limbah cair tersebut. Metode yang digunakan adalah metode koagulasi menggunakan kitosan. Kitosan terlebih dahulu dilarutkan pada asam asetat 2% sebelum ditambahkan ke dalam limbah cair. Penambahan larutan kitosan terhadap volume limbah cair yaitu 20, 30, dan 40% (v/v) dengan lama pengadukan 15, 45, dan 75 menit. Setelah pengadukan, limbah cair disaring, kemudian dianalisa kadar warna. Uji limbah awal didapatkan hasil 1778 TCU. Hasil optimal yang diperoleh pada penelitian didapat removal warna tertinggi 96% yaitu pada penambahan kitosan 30% dan lama pengadukan 45 menit

Keywords


koagulasi; limbah cair industri pangan; kitosan; removal warna

Full Text:

PDF

References


Rusydi AF, Suherman D, Sumawijaya N. Pengolahan Air Limbah Tekstil Melalui Proses Koagulasi – Flokulasi Dengan Menggunakan Lempung Sebagai Penyumbang Partikel Tersuspensi. Arena Tekst [Internet]. 2016;31(2):105–14.

P DY, Julaika S, P AWI, Artikasari R, Teknik J, Tama KA. Pengaruh Penambahan Kitosan Dalam Penurunan Tss Pada Limbah Cair Industri Minuman Ringan. Semin Nas Sains dan Teknol Terap Inst Teknol Adhi Tama Surabaya. 2017;5:155–60.

Rahayu DE, Aulia S. Penurunan Warna Dan Tss Limbah Cair Tenun Sarung Samarinda Menggunakan Kitosan Dari Limbah Cangkang Kepiting. J Purifikasi. 2015;15(1):1–11.

Arif MN, Sinardi S, Soewondo P. Studi Perbandingan Kitosan Cangkang Kerang Hijau Dan Cangkang Kepiting Dengan Pembuatan Secara Kimiawi Sebagai Koagulan Alam. J Teh Lingkung. 2013;19(1):64–74.

Dan SKK. Sintesis Komposit Kitosan-Silika Dan Aplikasinya Sebagai Adsorben Zat Warna Tektil. Sainteknol. 2011;9(1):21–32.

Zulfahmi, Taufan MRS. Pemanfaatan Limbah Kulit Udang sebagai Bahan Anti Rayap ( Bio-termitisida ) pada Bangunan Berbahan Kayu. 2010;1–44.

Sutapa IDA. Perbandingan Efisiensi Koagulan Poly Alumunium Chloride (Pac) Dan Alumunim Sulfat Dalam Menurunkan Turbiditas Air Gambut Dari Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah. J Ris Geol dan Pertamb. 2014;24(1):13.

INDONESIA KLHDKR. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.16/Menlhk/Setjen/Kum.1/4/2019 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Baku Mutu Air Limbah. J Chem Inf Model [Internet]. 2017;53(9):1689–99.

Tchobanoglous G, Stensel H., Burton F. Wasterwater Engeneering - Treatment and Reuse [Internet]. 2003. 2044 p. Available from: www.mhhe.com


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.