Evaluasi Penerapan Prosedur Keselamatan Pelayaran Pada Kegiatan Praktik Laut Siswa SMK Pelayaran Bhakti Samudera Surabaya

Ayu Dwi Sartika, Minto Basuki

Abstract

ABSTRAK

Keselamatan pelayaran merupakan aspek krusial dalam operasional industri maritim yang sangat dipengaruhi oleh faktor manusia (human error). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara komprehensif penerapan prosedur keselamatan pelayaran pada kegiatan Praktik Laut (Prala) siswa SMK Pelayaran Bhakti Samudera Surabaya berdasarkan standar internasional (SOLAS, STCW, ISM Code) dan regulasi nasional (UU No. 17 Tahun 2008). Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (mixed methods) deskriptif, dengan mengombinasikan pendekatan kuantitatif melalui kuesioner kepada 22 responden taruna senior yang telah melaksanakan prala selama 10 - 12 bulan di kapal niaga, serta pendekatan kualitatif melalui observasi lapangan dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara akumulatif penerapan prosedur keselamatan pelayaran berada pada kategori Sangat Baik dengan nilai Rata-ratadi atas 4,00. Nilai tertinggi dicapai oleh indikator Kepatuhan Safety Briefing dan Dinas Jaga (4,41), diikuti Lingkungan Kerja dan Budaya Keselamatan (4,36), serta Penggunaan Alat Pelindung Diri (4,34). Indikator Pelaksanaan Prosedur Keadaan Darurat memperoleh nilai terendah (4,30) namun tetap dalam kategori sangat baik. Faktor pendukung utama keberhasilan ini meliputi pengawasan ketat perwira kapal, kelayakan alat keselamatan sesuai standar SOLAS, pembekalan sertifikasi kompetensi dari sekolah, serta pemanfaatan visual safety signs. Sebagai langkah perbaikan, disarankan penguatan materi kedaruratan yang lebih interaktif di sekolah dan penerapan Buddy System di atas kapal guna mengoptimalkan kontrol horizontal antar - kadet.

Kata Kunci : Keselamatan Pelayaran, Praktik Laut, Taruna SMK Pelayaran, Evaluasi Prosedur, Mixed Methods.

References

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design : Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (5th ed.). SAGE Publications.

European Maritime Safety Agency (EMSA). (2023). Annual Overview of Marine Casualties and Incidents 2023. European Union.

Gunawan, A., & Setiawan, B. (2022). Transisi Pendidikan Vokasi Maritim ke Dunia Kerja: Analisis Celah Kompetensi Praktik Taruna di Kapal Niaga. Jurnal Pendidikan Vokasi dan Kelautan, 10 (2), 145 - 158.

Hidayat, T., Ramadhani, S., & Nugroho, A. (2022). Efektivitas Pelatihan Keselamatan pada Siswa Vokasi Pelayaran : Tantangan Fasilitas Lapangan dan Pengawasan Berlayar. Maritime Education Review, 5 (1), 34 - 48.

International Maritime Organization (IMO). (2010). Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers (STCW) Code : Including the Manila Amendments 2010. London : IMO Publication.

International Maritime Organization (IMO). (2011). Resolution A.1050 (27) : Revised Recommendations for Entering Enclosed Spaces Aboard Ships. London: IMO Publication.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & SaldaƱa, J. (2014). Qualitative Data Analysis : A Methods Sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Pemerintah Republik Indonesia. (2008). Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. Jakarta : Lembaran Negara Republik Indonesia.

Prasetyo, H. (2021). Analisis Indeks Kepatuhan Taruna Terhadap Standard Operating Procedures (SOP) Selama Pelaksanaan Praktik Laut. Jurnal Teknologi Bahari, 9 (3), 210 - 222.

Raharjo, M. (2021). Evaluasi Periodik Program Kerja Lapangan : Konsistensi Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada Kadet. Jurnal Keselamatan Maritim & Budaya Kerja, 4 (2), 88 - 99.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Alfabeta.

Susanto, E. (2023). Penguatan Kompetensi Keselamatan Sejak Dini di Lembaga Vokasi guna Meminimalisir Human Error di Atas Kapal. Jurnal Ilmiah Maritim Indonesia, 11(1), 12 - 25.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.