Pengendalian Kualitas Baglog Jamur Tiram Putih Menggunakan Metode Six Sigma

Muhammad Reihan andari Gumilang, Iman Nurjaman

Abstract

Abstrak— Penelitian ini berfokus pada permasalahan pengendalian kualitas selama produksi baglog jamur tiram putih yang kurang optimal Tujuan penelitian ini yaitu untuk menerapkan metode Six Sigma dalam pengendalian kualitas produksi baglog jamur tiram putih. Berdasarkan hasil analisis, dikatakan bahwa data produksi dan data cacat berdistribusi normal. Adapun untuk hasil perhitungan menggunakan Metode Six Sigma dengan tahapan DMAIC, didapatkan hasil bahwa nilai DPMO sebesar 42695 dengan nilai sigma yang didapat senilai 3,2473. Dimana produk cacat terbesar sebesar 38,18% yaitu jamur yang menguning. Usulan perbaikan dalam produksi baglog jamur tiram putih adalah menetapkan metode yang tepat, mengikuti prosedur produksi yang ditetapkan, melakukakan pengawasan terhadap pekerja, proses inokulasi yang lebih steril dan melakukan perbaikan ruangan agar sirkulasi udara lebih baik juga terbebas dari hama.

Kata kunci— DMAICProduk Cacat, Quality Control dan Six Sigma.

 

References

Anggiadinta, Winandi, A., & Ratna. (2012). Analisis Strategi Pengembangan Usaha Jamur Tiram Putih (Pleurotus Ostreatus) Pada CV Wahyu Makmur Sejahtera (S1). Kabupaten Bogor. Jawa Barat.: Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor.

Pande, P., & Holpp. (2002). What is Six Sigma. Yogyakarta: Andi.

Prawirosentono, S. (2002). Filosofi Baru Tentang Manajemen Mutu Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara.

Sukardi, E. D., & Astuti, D. A. (2011). Analisis Six Sigma Pada Pengujian Kualitas Produk di UKM Keripik Apel Tinjauan Dari Aspek Proses. Teknologi Pertanian, 3-5.

Rahardjo, 2003, Pembangunan Pedesaan: Pendekatan Partisipatf,. Tipologi, Strategi, Konsep Desa Pertumbuhan, Yogyakarta: Graha Ilmu.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.