ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL MENGGUNAKAN METODE NASA-TLX PADA OPERATOR BAGIAN SEWING PERUSAHAAN GARMENT DI YOGYAKARTA

Winda Ayu Citra Mustika Dewi, Anita Oktaviana Trisna Devi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beban kerja mental yang diterima oleh operator sewing pada Perusahaan Garment di Yogyakarta menggunakan metode NASA-TLX dan upaya perbaikan metode kerja untuk mengurangi beban kerja mental yang diterima oleh operator. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisoner menggunakan google form. Berdasarkan perhitungan beban kerja menggunakan metode NASA-TLX, operator sewing line 1 mengalami tingkat beban kerja mental yang signifikan. Dari total 28 operator, 7 orang mengalami beban sangat berat, 18 orang berat, 2 orang agak berat, dan 1 orang sedang. Kesimpulan ini menunjukkan bahwa aktivitas pekerjaan di sewing line 1 merupakan pekerjaan yang berat dan melelahkan secara mental. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan upaya dari pihak manajemen perusahaan. Beberapa langkah yang dapat diambil meliputi otomatisasi tugas rutin untuk mengurangi tekanan mental dari pekerjaan berulang. Pembagian tugas yang merata juga diperlukan agar tidak ada satu individu yang terbebani terlalu berat. Selanjutnya, memberikan pelatihan yang memadai untuk meningkatkan keterampilan pekerja dapat meningkatkan efisiensi dan kepercayaan diri. Manajemen waktu dan dukungan psikologis juga menjadi faktor kunci dalam mengelola beban kerja mental. Lingkungan kerja yang dirancang dengan baik dari segi ergonomi dapat memberikan kenyamanan dan meningkatkan kinerja. Waktu istirahat yang cukup, peregangan, dan kegiatan rekreasional dapat membantu karyawan mengatasi kelelahan dan tekanan. Umpan balik rutin tentang kinerja individu, keterlibatan dalam pengambilan keputusan, dan evaluasi reguler terhadap proses kerja juga merupakan langkah-langkah yang penting. Ini tidak hanya membantu dalam mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki, tetapi juga memberikan karyawan rasa tanggung jawab dan kontrol, yang dapat mengurangi tingkat stres. Penting untuk diingat bahwa setiap organisasi dan individu memiliki kebutuhan yang berbeda, sehingga pendekatan yang efektif dapat bervariasi. Hasil penilaian menggunakan NASA TLX dapat menjadi landasan untuk mengidentifikasi dan mengatasi faktor-faktor yang menyebabkan beban kerja mental yang tinggi, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan dan kinerja individu di sewing line 1.

Kata kunci: Beban Mental, NASA TLX, Operator Sewing

References

Hancock PA dan Meshkati N, Human Mental Workload. Netherlands: Elsevier Science Publisher, 1998.

I. Irawati, “Hubungan Karakteristik Pekerja Dan Beban Kerja Mental Terhadap Stres Kerja Pada Pekerja Konstruksi Di PT. X Kota Batam Tahun 2022,” Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (J-KIS), vol. 4, no. 01, 2023.

S. Idaiani, “Analisis 20 butir pertanyaan self reporting questionnaire pada masyarakat Indonesia,” 2009.

Departemen Produksi Perusahaan Garmen di Yogyakarta, “Data Overtime Operator Sewing Bulan Oktober - Desember 2023 Perusahaan Garmen” Bantul, 2023.

E. Sofiana, T. Wahyuarini, dan S. Noviena, “Pengaruh beban kerja dan stress kerja terhadap kinerja staf pengajar Politeknik Negeri Pontianak,” Inovbiz: Jurnal Inovasi Bisnis, vol. 8, no. 1, hlm. 1–15, 2020.

F. Aini dan P. Purwaningsih, “Hubungan antara beban kerja dengan stres kerja perawat di Instalasi Gawat Darurat RSUD Kabupaten Semarang,” Jurnal Manajemen Keperawatan, vol. 1, no. 1, 2013.

G. Y. Asih, H. Widhiastuti, dan R. Dewi, “Stres kerja,” Syria Studies, 2018.

H. Riniwati, Manajemen sumberdaya manusia: Aktivitas utama dan pengembangan SDM. Universitas Brawijaya Press, 2016.

D. A. Akbar, “Konflik peran ganda karyawan wanita dan stres kerja,” An Nisa’a, vol. 12, no. 1, hlm. 33–48, 2017.

J. Zamudio, K. Catchpole, F. Kanji, J. Anger, dan T. Cohen, “Using the national aeronautics space administration task load index (NASA-TLX) in surgery: considerations for use ‘in the wild,’” dalam Proceedings of the Human Factors and Ergonomics Society Annual Meeting, SAGE Publications Sage CA: Los Angeles, CA, 2022, hlm. 221–225.

R. Hernandez, S. C. Roll, H. Jin, S. Schneider, dan E. A. Pyatak, “Validation of the National Aeronautics and Space Administration Task Load Index (NASA-TLX) Adapted for the whole day repeated measures context,” Ergonomics, vol. 65, no. 7, hlm. 960–975, 2022.

S. Kep. , M. M. A.R. Vanchapo, Beban Kerja dan Stres Kerja. Pasuruan: CV. Penerbit Qiara Media, 2020.

Moekijat, Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: CV. Mandar Maju, 2010.

Hart dan Staveland., Development of NASA-TLX (Task Load Index): Results of Empirical and Theoretical Research. Louisville: University of Louisville, 1988.

H. H. Hock dan B. D. Joseph, “Language History, Language Change, and Language Relationship: An Introduction to Historical and Comparative Linguistics, Mouton de Gruyter,” vol. 10.2307/417807, 2019.

Sugiyono, Metodelogi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2019.

Notoatmodjo, Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta, 2012.

B. Murti, Desain dan Ukuran Sampel untuk Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif di Bidang Kesehatan, 2 ed. Yogyakarta: UGM Press, 2010.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.