Perkembangan Biodiesel di Indonesia: Review Regulasi dan Perspektif pada Masa Mendatang

Safira Luthfia Romadhona, Ahmad Zakky Masyhur, Siska Fizri Yuliantika, Dhiki Febri Hamdani, Fahmi Aminur Rijaal, Yustia Wulandari Mirzayanti

Abstract

Penggunaan biodiesel dilakukan dengan tujuan menggantikan bahan bakar fosil yang lebih mencemari lingkungan. Biodiesel mempunyai manfaat dengan dampak yang diberikan yakni emisi yang dihasilkan lebih rendah apabila dibandingkan kuantitas emisi yang dihasilkan dari bahan bakar fosil. Dalam rangka mewujudkan penggunaan energi biodiesel, dibuat kebijakan terkait pajak yang harus dibayar oleh setiap pihak pencemar. Pemerintah dalam hal ini melakukan tinjauan mengenai harga yang harus dibayar oleh pihak tersebut. Dalam implementasi kebijakan ini, pemerintah telah memperluas pemberian intensif untuk upaya tambahan dalam proses pembiayaan biodiesel ke cakupan sektor industri yang lebih luas, termasuk non-PSO. Tujuan ini akan dapat memberikan tanggung jawab dalam upaya berkembangnya realisasi pemanfaatan biodiesel. Keberlanjutan penggunaan biodiesel sangat bergantung pada kemampuan negara dalam memperoleh teknologi untuk proses produksi biodiesel yang berkualitas dengan harga yang kompetitif. Untuk menjaga keberlanjutan ini, terdapat kebijakan yang mengatur tentang harga biodiesl B100 yang dijaga agar tetap berada di bawah harga bahan bakar diesel.

References

A. Fauzi et al., “Ekonomi Politik Energi Terbarukan Dan Pengembangan Wilayah: Persoalan Pengembangan Biodiesel Di Indonesia Political Economy of Renewable Energy and Regional Development: Understanding Social and Economic Problems of Biodiesel Development in Indonesia,” 2019.

A. F. Widrian, B. S. Arifianto, Nurbaiti, and N. A. Sasongko, “Review of Biodiesel Policy in Indonesia,” in IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, Institute of Physics, 2022. doi: 10.1088/1755-1315/1034/1/012062.

M. Yanita, Z. Alamsyah, G. Fauzia, E. Hamid, and D. Napitupulu, “Development prospects of Indonesia’s biodiesel industry: A study of raw material, market, and policy aspects,” in E3S Web of Conferences, EDP Sciences, Mar. 2023. doi: 10.1051/e3sconf/202337304021.

F. T. R. Silalahi, T. M. Simatupang, and M. P. Siallagan, “A system dynamics approach to biodiesel fund management in Indonesia,” AIMS Energy, vol. 8, no. 6, pp. 1173–1198, 2020, doi: 10.3934/energy.2020.6.1173.

D. Khatiwada, C. Palmén, and S. Silveira, “Evaluating the palm oil demand in Indonesia: production trends, yields, and emerging issues,” Biofuels, vol. 12, no. 2, pp. 135–147, 2021, doi: 10.1080/17597269.2018.1461520.

M. Winden, N. Cruze, T. Haab, and B. Bakshi, “Monetized value of the environmental, health and resource externalities of soy biodiesel,” Energy Econ, vol. 47, pp. 18–24, Jan. 2015, doi: 10.1016/j.eneco.2014.10.019.

S. S. Wirawan, M. D. Solikhah, H. Setiapraja, and A. Sugiyono, “Biodiesel implementation in Indonesia: Experiences and future perspectives,” Renewable and Sustainable Energy Reviews, vol. 189. Elsevier Ltd, Jan. 01, 2024. doi: 10.1016/j.rser.2023.113911.

S. S. Wirawan, A. H. Tambunan, and M. Djamin, “The Effect of Biodiesel to Pollutant Emission and External Cost: Biodiesel Utilization in Transportation Sector, Case Study Jakarta,” 2012. [Online]. Available: https://www.researchgate.net/publication/234066803

Refbacks

  • There are currently no refbacks.