Analisis K3 pada Bagian Unit Rangka Bawah Menggunakan Metode Hazard Identification Risk Assessment (HIRARC)

Yuli Wulan Dari, Gatot Basuki HM

Abstract

Penggunaan teknologi yang semakin maju tidak dapat dielakkan dari kehidupan manusia, terutama pada era industrialisasi yang ditandai adanya proses mekanisasi, elektrifikasi, modernisasi serta transformasi globalisasi. Keadaan demikian penggunaan mesin, pesawat, instalasi dan penggunaan bahan berbahaya akan terus meningkat sesuai kebutuhan industrialisasi Mesin modern tersebut memiliki efek negatif juga, seperti bertambahnya jumlah dan ragam sumber bahaya bagi pekerja pengguna teknologi tersebut. Faktor lingkungan kerja yang tidak memenuhi syarat keselamatan dan kesehatan kerja (K3). keselamatan adalah kebutuhan setiap manusia dan menjadi naluri dari setiap makhluk hidup. Kondisi angka kecelakaan yang tinggi mendorong berbagai kalangan untuk berupaya meningkatkan perlindungan bagi tenaga kerja. Kesehatan kerja merupakan hal penting yang perlu diperhatikan oleh pengusaha. Karena dengan adanya program kesehatan kerja yang baik akan menguntungkan karyawan secara material, karena mereka akan lebih jarang absen, bekerja dengan fasilitas yang menyenangkan, sehingga secara tidak langsung semua karyawan dapat bekerja lebih lama. HIRARC (Hazard Identification Risk Assessment & Risk Control) merupakan proses mengidentifikasi bahaya yang dapat terjadi dalam aktifitas Rutin ataupun Non Rutin dalam Perusahaan, untuk selanjutnya dilakukan penilaian risiko dari bahaya tersebut. Pada UPT Balai Yasa Surabaya Gubeng khususnya di bagian Unit Rangka Bawah ada 1 aktivitas didalamnya yaitu perawatan rangka bawah ada 11 risiko beserta risk levelnya 5 risiko yang tergolong rendah, 4 risiko tergolong sedang dan 2 risiko yang tergolong tinggi

References

Tarwaka, Manajemen Dan Implementasi K3 di Tempat Kerja, 2nd ed. 2017.

H. Rarindo, “KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) : SUATU ANALISIS STUDI KASUS KECELAKAAN KERJA DI PABRIK, KEBIJAKAN HUKUM DAN PERATURANNYA Hari,” J. Ilm. Teknol. FST Undana, vol. 12, no. 2, pp. 1–10, 2018, [Online]. Available: https://ejurnal.undana.ac.id/jurnal_teknologi/article/view/1167

M. Setiyoso, A., Oesma, T.I., dan Yusuf, “Analisis Potensi Kecelakaan Akibat Kerja Menggunakan Job Safety Analysis (Jsa) Dengan Pendekatan Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (Hirarc),” J. REKAVASI, vol. 7, no. 1, pp. 1–7, 2019.

F. A. Alvian et al., “Manajemen risiko pada laboratorium integrasi universitas islam negeri sunan ampel surabaya menggunakan iso 31000 of sunan ampel surabaya using iso 31000,” vol. 12, no. 1, pp. 56–67, 2020.

I. A. Alfarezi, J. W. Soetjipto, and S. Arifin, “Analisis Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Masa Pandemi Covid-19 Dengan Metode Bowtie Analysis,” J. Tek. Sipil, vol. 10, no. 2, pp. 96–105, 2021, doi: 10.24815/jts.v10i2.21923.

A. Van Deni and R. Abdullah, “Analisis Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Tambang Batubara Bawah Tanah PT. Cahaya Bumi Perdana dalam Rangka Pembentukan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja,” J. Bina Tambang, vol. 3, no. 4, pp. 1603–1614, 2017.

E. Q. Pangestika, “Implementasi Peraturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Proyek Pembangunan Perumahan di Wilayah DIY,” J. Huk. Sasana, vol. 9, no. 1, pp. 31–40, 2023, doi: 10.31599/sasana.v9i1.1245.

S. Sidik, “Manajemen Risiko Sistem Informasi Ujian Secara Daring Di Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi Trisakti,” vol. 12, no. 1, 2023.

G. Basuki, “Identifikasi Bahaya Bekerja Pada Departemen Casting Dengan Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control Di Pt. Prima Alloy Steel,” Kaizen Manag. Syst. Ind. Eng. J., vol. 2, no. 1, pp. 1–7, 2019.

A. Wijaya, T. W. S. Panjaitan, and H. C. Palit, “Evaluasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja dengan Metode HIRARC pada PT,” Charoen Pokphand Indones. J. Titra, vol. 3, no. 1, pp. 29–34, 2015.

Fadul, Keselamatan dan Kesehatan Kerja Keselamatan. 2019.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.