Perbandingan Kuat Tekan Beton dengan Subtitusi Fly Ash Ditinjau dari Air Laut dan Air Tawar pada Proses Curing

Dewi Pertiwi, Dewi Kusumaningrum, Yanisfa Septiarsilia, Jaka Propika, Eka Susanti, Heri Istiono

Abstract

Curing plays a vital role in concrete production, as proper treatment is essential before conducting a compressive strength test to ensure optimal results. Concrete cured in seawater often exhibits different strength characteristics due to the salt content. This study examines the effects of curing with both seawater and freshwater on concrete containing fly ash. The research aims to compare the compressive strength of concrete with fly ash substitution under two different curing conditions. Using an experimental approach, the study incorporated 40% fly ash and 1% polycarboxylate admixture into the concrete mix to target a high compressive strength of K-500. Results indicate that concrete with fly ash cured in seawater achieved an average compressive strength of 807.40 kg/cm² at 28 days, while concrete cured in freshwater reached only 667.94 kg/cm².

Keywords

Compressive Strength, Concrete, Curing, Fly Ash

Full Text:

PDF

References

ACI 318 (2022). Persyaratan Kode Bangunan Untuk Beton Struktural.

ASTM C 117-95 (1995). Metode Uji Menentukan Jumlah Material Yang Lebih Halus Dari Ayakan No.200 Melalui Pencucian.

ASTM C 127-88 Reapp 93(1993). Metode Uji Kepadatan Relatif dan Penyerapan Air Agregat Kasar.

ASTM C 128-93 (1993). Metode Uji Kepadatan Dan Penyerapan Air Pada Agregat Halus.

ASTM C 136-95 (1995). Metode Uji Analisis Saringan Agregat Halys Dan Agregat Kasar.

ASTM C 1995:254 (1995). Spesifikasi Bahan Tambah Kimia Untuk Campuran Beton Dengan Semen Hidrolik.

ASTM C 556-89 (1989). Metode Uji Untuk Menentukan Kadar Air Agregat Halus.

ASTM C 618 1995:304 (1995). Spesifikasi Fly Ash Untuk Campuran Beton.

Elia Anggarini, Dyah Pradhitya Hardiani. (2023). Pengaruh Pemambahan Abu Terbang (Fly Ash) Sebagai Subtitusi Semen Terhadap Kuat Tekan Beton Mutu Normal 30 Mpa. Jurnal Kacapuri, 6 (1), 51-62.

Ice Trisnawati, Pengki Suanto, Iqbal Hidayat. (2024). Analisa Kuat Tekan Beton Dengan Penambahan Superplasticizer Admixture Pada Mutu Beton Standar fc' 19,3 Mpa. Jurnal Teknik Sipil UNPAL, 14 (1), 36-40.

Ir. Mulyono, MT. (2004). Teknologi Beton. Andi, Yogyakarta.

Oktavian Romy Setiawan. (2024). Pengaruh Penggunaan Admixture Yang Berbeda Dan Subtitusi Fly Ash Untuk Beton Mutu K-500.

Rahmat Muhlis Mohammad, Dr. Aziz Rachman, Rahayu Mointini. (2020). Kuat Tekan Beton Untuk Mutu Tinggi 45 Mpa Dengan Fly Ash Sebagai Bahan Pengganti Sebagai Semen. Radial, 8 (1), 25-33.

Resky Damayanti ADH, Henggar Risa Destania, Ghina Amalia. (2023). Perbandingan Pengaruh Penggunaan Air Tawar Dan Air Laut Pada Proses Curing Terhadap Kuat Tekan Beton. TEKNIKA: Jurnal Teknik, 9 (2), 82-88.

Standar Nasional Indonesia 2049:2015 (2015). Semen Portland. Badan Standardisasi Nasional.

Standar Nasional Indonesia 03-2847-2002 (2002). Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung. Badan Standardisasi Nasional.

Standar Nasional Indonesia 03-2461-1991 (1991). Spesifikasi Agregat Ringan Untuk Beton Struktural. Badan Standardisasi Nasional.

Standar Nasional Indonesia 03-1974-1990 (1990). Metode Pengujian Kuat Tekan Beton. Badan Standardisasi Nasional.

Standar Nasional Indonesia 03-1969-1990 (1990). Metode Pengujian Berat Jenis Dan Penyerapan Air Agregat Kasar. Badan Standardisasi Nasional.

Standar Nasional Indonesia 03-1970-1990 (1990). Metode Pengujian Berat Jenis Dan Penyerapan Air Agregat Halus. Badan Standardisasi Nasional.

Standar Nasional Indonesia 03-2843-2000 (2000). Tata Cara Pembuatan Campuran Beton Normal. Badan Standardisasi Nasional.

Standar Nasional Indonesia 03-1947-1990 (1990). Spesifikasi Agregat Halus Yang Digunakan Dalam Campuran Beton.

Standar Nasional Indonesia 7656:2012 (2012). Tata Cara Pemilihan Campuran Untuk Beton Normal, Beton Berat, Dan Beton Massa.

Standar Nasional Indonesia 15-2049-2004 (2004). Semen Portland.

Standar Nasional Indonesia 03-1968-1990 (1990). Metode Pengujian Analisis Saringan Agregat Halus Dan Kasar.

Standar Nasional Indonesia 2493-2011 (2011). Tata Cara Pembuatan Dan Perawatan Benda Uji Beton Di Laboratorium.

Standar Nasional Indonesia 2460-2014 (2014). Spesifikasi Abu Terbang Batubara Dan Pozolan Alam Mentah Atau Telah Dilaksinasi Untuk Digunakan Dalam Beton.

SK SNI T – 15 – 1990 – 03 (1990). Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.