PEMANFAATAN AMPAS TEBU (SACCHARUM OFFICINARUM L) SEBAGAI ADSORBEN UNTUK PENURUNAN LOGAM BERAT KROMIUM HEKSAVALEN (Cr6+) PADA LIMBAH BUATAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE BATCH

Prinsia Hariyanti, Mohammad Razif

Abstract


Air sungai Surabaya rata-rata mengandung buangan logam berat Kromium sekitar 117,21 mg/kg/1 serta produksi industri gula di Jawa Timur sekitar 0,011% per hari akan menghasilkan limbah ampas tebu yang hanya menimbulkan buangan yang berdampak pada lingkungan. Arang ampas tebu yang dibuat melalui tahap pirolisis (proses karbonisasi) pada suhu tertentu dapat dijadikan alternatif adsorben untuk menyerap ion logam berat beracun. Penelitian ini bertujuan efisiensi removal kromium heksavalen (Cr6+) menggunakan adsorben ampas tebu yang sesuai dengan baku mutu Peraturan Gubernur Jawa Timur No.72 Tahun 2013. Penelitian ini menggunakan metode adsorpsi dengan sistem batch yang memanfaatkan arang ampas tebu sebagai adsorben dan dibandingkan dengan karbon aktif. Sistem batch dengan kecepatan pengadukan jar test 180 rpm selama 90 menit. Dengan kondisi optimum ayakan 100 mesh dan massa 15 gram. Adsorpsi kromium heksavalen terhadap ampas tebu mengahasilkan konstanta Langmuir sebesar 9 x 10-4 (mg adsorbat)/(mg adsorben) dan terhadap karbon aktif menghasilkan konstanta Freundlich sebesar 2,4 x 10-4 (mg adsorbat)/(mg adsorben). Dengan efisiensi removal ampas tebu sebesar 82 % dan karbon aktif sebesar 93%. Dengan demikian karbon aktif masih menjadi adsorben logam berat yang efisien meskipun harga kurang terjangkau dibandingkan ampas tebu.

Keywords


Adsorben; Ampas Tebu; Karbon Aktif; Kromium Heksavalen (Cr6+); Proses batch

Full Text:

PDF

References


Azahriah. 2012. Tugas Akhir. Pemanfaatan Kulit Kacang Tanah (Arachis Nypogaeal) Untuk Adsorpsi Kromium Dalam Larutan Berair Dengan Metode Batch. Insitut Teknologi Sepuluh Nopember. Surabaya.

Kurniasari, L. 2010.Majalah Ilmiah. Pemanfaatan Mikroorganisme dan Limbah Pertanian Sebagai Bahan Baku

Nurdila, F.A. 2015. Skripsi. Adsorpsi Logam Berat Tembaga, Besi, dan Nikel, dalam Limbah Cair Buatan Menggunakan Nanopartikel Cobalt Ferrite. Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.

Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 72 Tahun 2013 Tentang Baku mUtu Air Limbah Bagi Industri dan Kegiatan Industri Lain Penghasil Kromium Heksavalen

Permanda, S. M. F.,Loekitowati, P. Moehadi, R. 2017. Jurnal Penelitian. Penggunaan Karbon Aktif Dari Ampas Tebu Sebagai Adsorben Zat Warna Procion Merah Limbah Cair Industri Songket. Universitas Sriwijaya. Palembang.

Nugroho, O. Dermawan, D. Setiawan, A. 2011. Tugas Akhir. Identifikasi Waktu Kontak Karbon Aktif Sekam Padi Sebagai Adsorben Logam Berat Timbal (Pb). Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Surabaya

SNI 6989.53 Tahun 2010 Tentang Air dan Air Limbah Cara Uji Krom Heksavalen (Cr-I) dalam contoh uji air dan air limbah dengan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)

Sukarnen, S. F. 2015. Penelitian. Uji Efektivitas Pemanfaatan Limbah Ampas Tebu dan Serbuk Kayu Sebagai Adsorben Untuk Pengolahan Air Limbah Pewarnaan Jeans. Institut teknologi Adhi Tama Surabaya. Surabaya.

Utomo, Y. 2011. Thesis. Sungai Surabaya Tercemar Kromium. Universitas Gajah Mada. Yogyakarata.

Witono, J.A. 2003. Produksi Furfural dan Turunannya : Alternatif Peningkatan Nilai Tambah Ampas Tebu Indonesia. http:/www.chem istry.org/?sect=focus&ext=15. (20 Agustus 2009).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Prosiding Seminar Teknologi Perencanaan, Perancangan, Lingkungan dan Infrastruktur

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.