Taman Ekologi Sebagai Pelestarian Budaya Kangean Bertema Ekowisata

A.Sabita Bintang Mardiamsa, Sigit Hadi Laksono, Wiwik Widyo Widjajanti

Abstract

Manusia adalah peranan penting dalam membangun dan melestarikan sebuah lingkungan baik lingkungan alami ataupun buatan. kurangnya wisata yang berbasis edukasi kelestarian lingkungan membuat pemerintah melakukan kegiatan pelestarian alam untuk menarik wisatawan asing agar berkunjung ke Indonesia khususnya di kepulauan kangean ini yang terkenal memiliki banyak ciri khas budaya, hewan endemik khas pulau, seperti musang pandan kangean, ayam bekisar, nuri jambul kuning, dan lain-lain serta tempat-tempat eksotis lainya. Jenis metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan cara menganalisa dari studi korelasi dari lapangan maupun literatur, di identifiksai masalah-masalah yang ada dalam studi tersebut dan hasil dari pemecahan masalah, di aplikasikan dalam objek. Pada proses perencanaan dan perancangan Ekowisata di kepulauan kangean ini menerapkan kaidah-kaidah tema ekowisata serta menggunakan konsep makro yaitu arsitektur berwawasan lingkungan karena kedua kaidah tersebut sangat cocok diterapkan pada obyek Ekowisata ini.jadi hasil dari desain ini adalah merancang suatu tempat untuk memfasilitasi masyarakat agar sadar akan betapa pentingnya pelestarian alam dan budaya agar tidak terjadi kerusakan ekosistem.

Keywords

Alam; Ekowisata; Kepulauan Kangean; Taman

Full Text:

PDF

References

C. Fandeli, “PENGERTIAN DAN KONSEP DASAR EKOWISATA,” p. 6.

A. Suryawan, “Potensi dan strategi pengembangan Taman Hutan Raya GununGunung Tumpa Manado, Sulawesi Utara dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati subkawasan Wallacea,” presented at the Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia, Jul. 2015, doi: 10.13057/psnmbi/m010405.

S. H. Laksono, “PENGEMBANGAN AREA TAMAN BMX SURABAYA SEBAGAI AREA WISATA DITINJAU DARI PERILAKU PENGGUNA DAN SIFAT RUANG YANG ADA,” vol. 2017, p. 8, 2017.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.