Pengelolaan Laboratorium dengan Menerapkan Analisis Manajemen Risiko

Yudha Adi Kusuma, Alim Citra Aria Bima

Abstract

Laboratorium merupakan sarana dalam penunjang pembelajaran. Contoh kegiatan penunjang pembelajaran salah satunya adalah kegiatan praktikum. Proses kegiatan praktikum juga dilakukan oleh laboratorium pada jurusan teknik industri, Universitas XYZ Madiun. Macam-Macam laboratorium yang dimiliki adalah laboratorium simulasi dan statistik, laboratorium ergonomi, laboratorium perancangan dan pengembangan produk serta laboratorium sistem manufaktur. Selama kegiatan praktikum dimungkinkan terjadi risiko. Adanya risiko perlu diantisipasi melalui proses manajemen risiko. Langkah dari manajemen risiko dibagi menjadi 3 tahap yaitu identifikasi risiko, penilaian risiko dan penanganan risiko. Hasil identifikasi risiko diketahui 7 indikator risiko dengan 26 sub risiko. Penilaian risiko menunjukkan 4 sub risiko menunjukkan level tinggi, 9 sub risiko menunjukan level menengah dan 14 sub risiko menunjukkan level rendah. Proses penangan risiko dalam penelitian ini dibatasi hanya pada kategori risiko level tinggi.

Full Text:

PDF

References

N. Muhani, D. D. Nuryani, and E. Indriyani, “Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan kerja di laboratorium RSUD Dr. Abdul Moeloek Provinsi lampung,” J. Dunia Kesmas, vol. 7, no. 4, pp. 178–185, 2018.

I. Ismulyati, R. Karnila, and E. Nazriati, “Analisis Penerapan Keselamatan Kerja Pada Petugas Laboratorium Klinik di Kota Pekanbaru,” Din. Lingkung. Indones., vol. 3, no. 1, pp. 33–41, 2016.

Solichin, F. E. W. Endarto, and D. Ariwinanti, “Penerapan Personal Protective Equipment (Alat Pelindung Diri) Pada Laboratorium Pengelasan,” J. Tek. Mesin, vol. 22, no. 1, pp. 89–103, 2014.

S. Sya’diyah, A. Suwarni, and H. S. Kasjono, “Pengaruh Penerapan SOP Praktik di Laboratorium terhadap Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Mahasiswa dalam Upaya K3,” Sanitasi J. Kesehat. Lingkung., vol. 9, no. 3, pp. 128–133, 2018.

A. U. Abidin and I. Ramadhan, “Penerapan Job Safety Analysis, Pengetahuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja terhadap Kejadian Kecelakaan Kerja di Laboratorium Perguruan Tinggi,” J. Berk. Kesehat., vol. 5, no. 2, pp. 76–80, 2019.

W. F. Carroll and B. L. Foster, Prudent Practices in The Laboratory. Washington, D.C.: The National Academies Press, 2011.

I. S. Adnyani, N. M. Seniari, Supriyatna, A. Natsir, S. Nababan, and D. Ratnasari, “Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Laboratorium Siswa SMPN 7 Mataram,” in Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat, 2019, pp. 171–174.

Cross, Study Notes: Risk Management. Sydney: University of New South Wales Press, 1998.

S. Tranter, Bahaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja. New York: Longman, 1999.

S. Ramli, Sistem Manajaemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja OHSAS 18001. Jakarta: Dian Rakyat, 2013.

A. Ismail, “Pokok-pokok Penting dalam K3,” HSP Academy, 2012. https://healthsafetyprotection.com/pokok-pokok-penting-dalam-k3/.

Tarwaka, Keselamatan dan Kesehatan Kerja: Manajemen dan Implementasi K3 di Tempat Kerja. Surakarta: Sinar Harapan, 2008.

F. E. Bird and G. L. Germain, Practical Loss Control Leadership. Georgia: Det Norske Veritas, 2003.

H. Prassetiyo and A. Desrianty, “Rancangan Sistem Keselamatan Kerja Stasiun Kerja Induksi Fumace berdasarkan Metode SWIFT (The Structured What-If Analysis),” in Prosiding Seminar Nasional TEKNOIN, 2012, pp. 11–17.

D. P. Restuputri and R. P. Sari, “Analisis Kecelakaan Kerja dengan Menggunakan Metode Hazard and Operability Study (HAZOP),” J. Ilm. Tek. Ind., vol. 14, no. 1, pp. 24–35, 2015.

Y. A. Kusuma, “Supply Arrangement of Raw Material and Sugar Stock to Organize Overstock Risk in Warehouse,” in Annual Conference of Science and Technology, 2018, vol. 1, pp. 1–10.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.