Kajian Potensi Air Tanah Dan Pembagian Wilayah Potensi di Cekungan Air Tanah Maumere

Yohanes Jone

Abstract


Pengembangan wilayah di Kota Maumere dan beberapa wilayah Kecamatan strategis serta pembangunan diberbagai sektor akan mempengaruhi keberadaan air tanah dan siklus air tanah itu sendiri. Pemanfaatan air tanah di wilayah ini sangat besar dengan adanya pemboran produksi air tanah yang tersebar di wilayah ini, menuntut untuk dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai potensi air tanah dan wilayah potensi air tanah dari data pemboran produksi air tanah terkait data kuantitas dan kualitas. Tujuan penelitian ini yaitu mengkajian potensi air tanah melalui model spasial potensi air tanah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode scoring untuk menentukan potensi air tanah dan analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif dari data spasial untuk menganalisis potensi air tanah. Kajian potensi air tanah melalui variabel kuantitas (Q), kedalaman muka air tanah (MAT), kualitas (DHL dan pH) menghasilkan wilayah potensi air tanah sedang - tinggi dengan debit aliran berkisar 8.47 – 17.05 liter/detik meliputi wilayah Kecamatan Magepanda dan Bagian Barat Kecamatan Alok Barat dan wilayah potensi air tanah kecil – sedang dengan debit aliran berkisar 1.59 – 8.31 liter/detik meliputi wilayah Kecamatan Alok Barat, Alok Timur, Kangae, Kewapante, Bagian Utara Kecamatan Nita, Nele dan Koting. Potensi air tanah diwilayah ini merupakan potensi sedang sampai tinggi oleh karena itu dalam pengembangan wilayah perlu memperhatikan daerah recharge dan daerah discharge.


Keywords


Model; Potensi; Spasial; Wilayah

References


Anonim, (2001) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.

Charles J. Moon dkk.,(2006), second edition, Introduction to Mineral Exploration, Blackwell Publishing Ltd, Oxford OX4 2DQ, UK

Fetter C. W., (1988), Third Editions, Applied Hydrogeology, University of Wisconsin – Oshkosh, New Jersey.

Gubernur Nusa Tenggara Timur., (2011), Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Nomor 1 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2010 – 2030.

Hendrayana., (2002), Dampak Pemanfaatan Air Tanah, "Jurnal" Gadjah Mada University.

Jr. Viessman Warren dkk., Second Edition, Introduction To Hydrology, IEP A Dun – Donnelly Publisher, New York.

Lampiran Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor: 01 Tahun 2007 Tanggal: 12 Januari 2007 "PEDOMAN PENGKAJIAN TEKNIS UNTUK MENETAPKAN KELAS AIR"

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2008, Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, Direktorat Jendral Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum.

Todd, D.K. (1980), Groundwater Hydrology, John Wiley and Sons.

...., (1998), KEPMEN Negara Lingkungan Hidup RI NO.02/MENLH/1998 Tentang pedoman penetapan Baku Mutu Lingkungan.

...., KEPMEN ESDM No.1451 K/10/ MEM/2000 dalam Yogafany (2008)

...., Laporan Badan Pusat Statistik Daerah Kabupaten Sikka Tahun 2014

...., (2005), Penyelidikan Potensi Air Tanah Skala 1:100.000 Atau Lebih Besar, Standar Nasional IndonesiaSNI, SNI 19-6728.1-2002

...., (1987), Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.173/MENKES/Per- VIII/1987 tentang pengendalian pencemaran air




DOI: http://dx.doi.org/10.31284/j.iptek.2018.v22i1.229

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Jurnal IPTEK

 

Indexed by:

Sinta S3 Google Scholar GARUDA Garba Rujukan Digital