STUDI KANDUNGAN TIMBAL (Pb) PADA LICHENS DAN UDARA AMBIEN AKIBAT KEGIATAN TRANSPORTASI DI JALAN MAYJEN HR.MUHAMMAD DAN PERUMAHAN CITRALAND KOTA SURABAYA

Rizqita Ekayani, Rachmnau Eko Handriyono

Sari


Kota Surabaya termasuk kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta, sehingga pusat bisnis, perdagangan dan industry masuk didalamnya. Pencemaran udara di perkotaan menjadi permasalahan yang serius. Volume lalu lintas yang melonjak akan menimbulkan konsekuensi terhadap peningkatan polusi udara akibat gas buang dari kendaraan bermotor. Lumut menyerap polutan udara seperti logam berat karena lumut mengambil nutrisi dari atmosfer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan timbal pada lichens, udara ambien kegiatan transportasi. Metode yang digunakan yaitu perhitungan Spektrophotometer Serapan Atom (SSA) dan konsentrasi Pb menggunakan Alat High Volume Air Sampler (HVAS). Hasil identifikasi keberadaan lumut kerak akibat kegiatan transportasi dengan membandingkan 3 lokasi yang berbeda, didapatkan bahwa adanya suhu udara dan kelembaban yang tinggi sehingga terdapat lumut. Lumut yang ditemukan yaitu Parmeliaceae, Spaghnaceae dan Bacidiaccae. Jamlah kadar timbal kandungan logam dalam lichens yang telah di identifikasi hasil pada lokasi padat lalu lintas jalan Hr. Muhammad 47 mg/kg, lokasi renggang lalu lintas jalan Graha Family 36 mg/kg, dan lokasi sepi lalu lintas Perumahan Citra Land 33 mg/kg. Hasil perhitungan uji korelasi pada timbal dibandingkan dengan suhu didapatkan dengan kelembaban didapatkan nilai r yaitu 0,9497 dan perhitungan uji korelasi kadar timbal dibandingkan dengan kelembaban didapatkan nilai r yaitu 0,9575 bahwa dari hasil r menunjukan bahwa hubungan kerekatan dua variabel sangat kuat yang artinya hubungan antara kadar timbal dengan suhu ataupun kelembaban sangat kuat. Hasil penelitian suhu 28-33oC dan kelembaban 54-79%, lumut dapat tumbuh dengan suhu dan kelembaban tersebut.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Asif, N., Malik, M., & Chaudhry, F. . (2018). A Review of on Environmental Pollution Bioindicators. Pollution, 4(1), 111–118

Faroqi, A., Hadisantoso, E. P., Halim, D. K., Ws, M. S., & Sains, F. (2016). Perancangan Alat Pendeteksi Kadar Polusi Udara Menggunakan Sensor Gas MQ-7 Dengan Teknologi Wireless HC-05 Latar Belakang. X(2), 33–47

Handoko, A., Tohir, R. K., Sutrisno, Y., Brillianti, D. H., Tryfani, D., Oktorina, P., Yunita, P., & Hayati, A. N. (2015). Keanekaragaman Lumut Kerak (Lichens) sebagai Bioindikator Kualitas Udara di Kawasan Asrama Internasional IPB. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699

Ihrom, A., & Sulistyarsi, A. (2015). Biomonitoring Pencemaran Udara Menggunakan Bioindikator Lichenes Di Kota Madiun. Florea : Jurnal Biologi Dan Pembelajarannya, 2(2), 43–46

Putra, D. P., Sulandari, E., & Said. (2013). Analisis Hubungan Antara Kemacetan dan Polusi Udara di Jalan Sultan Abdurahman Pontianak. 1–11

Saipul, H. (2014). Meraih Hikmah dibalik Peristiwa Gempa Bumi (Bagaimana Seorang Mukmin Menyikapi Terpaan Musibah). Unisia, 28(56), 209–213

Saputra, E. (2011). Pengaruh Pelatihan Teknis Perpajakan, Akuntabilitas dan Batasan Waktu Pemeriksaan Terhadap Kinerja Pemeriksa Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) D JAKARTA SELATAN. 66(July), 37–39

Tangahu, B. (2020). The Lichen Type Identification as a Bioindicator of Air Quality of Sukolilo District The Lichen Type Identification as a Bioindicator of Air Quality of Sukolilo District In Surabaya , Indonesia. Technology Reports of Kansai University, 62(April), 743

Wati, T. K., Kiswardianta, B., & Sulistyarsi, A. (2016). Keanekaragaman Hayati Tanaman Lumut (Bryophitha) Di Hutan Sekitar Waduk Kedung Brubus Kecamatanpilang Keceng Kabupaten Madiun. Florea : Jurnal Biologi Dan Pembelajarannya, 3(1), 46.




DOI: https://doi.org/10.31284/j.envitats.2021.v1i1.2175

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.