IDENTIFIKASI LIMBAH BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) DI BENGKEL XYZ LAMONGAN

Eka Kristanti, Amrozy Muharamin, Achmad Chusnun Ni'am

Sari


Peningkatan permintaan sepeda motor harus diimbangi dengan penambahan layanan seperti bengkel. Kegiatan bengkel juga menghasilkan limbah berupa bahan berbahaya dan beracun (B3). Limbah B3 jika tidak dikelola dengan benar dapat membahayakan lingkungan dan kesehatan manusia. Tujuan penelitian ini adalah menghitung timbulan limbah B3, mengetahui karakteristiknya, serta untuk mengetahui pengelolaan LB3 oleh bengkel kendaraan roda dua. Metode penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa pendekatan kualitatif deskriptif. Limbah yang berasal bengkel yaitu limbah oli bekas, kemasan oli atau pelumas bekas, limbah aki, dan kain majun bekas. Rata-rata timbulan oli bekas yang dihasilkan bengkel dalam seminggu adalah 9.6 liter/hari. Pengelolaan limbah B3 yang dilakukan oleh bengkel adalah penyimpanan dan pemanfaatan oli bekas.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Alifia Rizqi Dawanti Aviana, A. C. (2020). Identifikasi Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Laboratorium PT. XYZ. Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan. Surabaya: Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Arpa dan Yumrutas. (2009). Production of diesel like fuel from waste engine oil by pyrolitic distillation. Science Direct

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia. (2021). Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. No.22

Raharjo. (2007). Pemanfaatan TEA (The Ethly Amin) Dalam Proses Penjernihan Oli Bekas Sebagai Bahan Bakar Pada Peleburan Aluminium. Jurnal Penelitian Sains & Teknologi, Vol. 8 No. 2, hal 166-184




DOI: https://doi.org/10.31284/j.envitats.2021.v1i1.2174

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.